Episode 19
Wait Cs akhirnya memutuskan kabur tanpa mereka tahu Bu Inem melihat semua kejadian tersebut. Wati Cs yang sepakat untuk berbohong akhirnya menyerah setelah Ustad Adi memberikan sebuah pelajaran penting tentang kejujuran.
Sempat Wati Cs khawatir ketika kepala sekolah menanyakan kejadian tersebut, namun Wati Cs kaget melihat pembelaan Bu Inem kepada mereka. Akhirnya dengan terpaksa Wati Cs mengakui perbuatan mereka. Mat Gondrong yang awalnya senang dengan hadiah yang dijanjikan oleh kepala sekolah karena kejujurannya, akhirnya lemas mengetahui dirinya harus menjalani hukuman.
Wati Cs mendapat hadiah dari Kong Ali karena telah membantu panen buahnya. Mat Gondrong kembali dikerjai oleh Wati Cs dalam sebuah permainan, namun beruntung Mat Gondrong bertemu gadis manis seusianya yang bernama Tari. Mat gondrong menceritakan pertemuannya dengan Tari yang agak aneh kepada Wati Cs. Wati Cs merasa ada yang tidak beres di rumah Pak Kentang dan Bu Tomat tempat Tari ditemukan. Mat Gondrong merasa yakin rumah tersebut adalah temat penculikan anak. Mat Gondrong meminta teman-temannya melaporkan ke semua warga termasuk Ustad Adi.
Setelah masuk ke rumah Pak Kentang mereka tidak menemukan anak-anak yang dilihat Mat Gondrong kecuali Tari. Sepeninggalan warga, Pak Kentang dan Bu Tomat menatap tajam Tari yang ketakutan. Mat Gondrong yang masih penasaran mencoba untuk menyelidikinya sendiri. Mat Gondrong tidak tahu kalau kehadirannya telah diketahui oleh Pak Kentang yang sengaja menjebaknya. Teman-teman Mat Gondrong ternyata sama-sama penasaran dan mereka sama-sama menyelidiki. Mat Gondrong bertemu dengan Tari dan membenarkan perkiraan Mat Gondrong tentang siapa Pak Kentang. Mat Gondrong yang sepat kepergok mencoba melawan, namun perlawanannya tidak berarti karena Pak kentang memiliki ilmu karet.
[sunting] Episode 20
Wati Cs yang telah masuk rumah Pak Kentang kaget dengan kehadiran anjing galak yang bernama Udin. Setelah melakukan perlawanan, akhirnya Mat Gondrong menyerah dan berhasil diringkus oleh anak buah Pak Kentang. Wati Cs meminta Ceking untuk mengatasi Udin, si anjing galak. Ceking berhasiil memancing Udin untuk masuk perangkap disebuah gudang kecil.
Ustad Adi mencurigai kepergian Wati Cs ke rumah Pak Kentang , ketika dia tidak memergoki Wati dan Iwan tidak ada dikamarnya. Wati Cs membagi 2 kelompok untuk menyelidiki isi rumah Pak Kentang. Ceking, Iwan dan Rimbi mendengar pembicaraan Bu Tomat dengan slaah satu anak buahnya yang ingin memindahkan anak-anak yang mereka culik. Mereka bertiga kepergok oleh Bu Tomat dan berhasil menangkap mereka. Begitupula dengan Rin Bombom dan Wati yang ketahuan oleh Pak Kentang, mereka mencoba untuk melakukan perlawanan namun gagal dan tertangkap. Dilain tempat Ustad Adi diberitahu Bang Rojak sebuah iklan pencarian buronan yang terpampang wajah Pak Kentang dan Bu Tomat.
Pak Kentang dan Bu Tomat mulai panik ketika warga mulai mengetahui aksi mereka. Wati Cs berusaha untuk dapat keluar dari ruang penyekapan. Setelah berhasil keluar, mereka melumpuhkan anak buah Pak Kentang dan membebaskan semua anak-anak yang disekap. Terjadi perlawanan yang seru antara Wati Cs dengan Pak Kentang dan Bu Tomat. Semua orang merasa bersalah tidak mempercayai Mat Gondrong dan mereka puas telah menangkap penculik-pencullik itu. Wati CS sempat menegur tindakan kasar seorang pawang kera kepada binatang peliharaannya. Wati Cs merasa iba dengan kera tersebut, namun Wati Cs sempat kaget melihat seekor kera tengah meringkuk ketakutan disudut ruangan.
[sunting] Episode 21
Wati Cs senang dengan keberadaan monyet tersebut. Mat Gondrong berupaya merayu ibunya untuk mau menerima monyet peliharaannya. Ibu Mat Gondrong yang mengetahui keberadaan monyet dirumahnya akhirnya pingsan. Akhirnya mereka sepakat untuk menitipkan dirumah Wati Cs. Wati Cs berusaha menutupi monyet tersebut dari Romlah yang penasaran ingin melihat isi kereta dorong yang dibawa oleh Wati Cs.
Sempat terjadio keributan di warung Romlah akibat monyet yang dibawa oleh Wati Cs. Wati Cs berusaha untuk menangkap monyet tersebut namun gagal. Terjadi kecelakaan pada sebuah mobil bermuatam gas, hingga beberapa tabung keluar. Monyet membuat ulah dibeberapa tempat termasuk Mpok Siti, rambutnya rusak karena ulah monyet.
Wati Cs berhasil menangkap monyet tersebut, namun beberapa waega yang marah hampir menyakiti monyet tersebut. Dan ternyata monyet tersebut bermaksud memperingati warga tentang bahaya tabung gas yang dibawa oleh kendaraan yang mengalami kecelakaan. Berkat Ustad Adi, mereka mendapatkan solusi dan mendatangi sang pawang monyet yang ternyata sedih kehilangan monyetnya.
Akhirnya Wati Cs mengajak monyet untuk melakukan pertunjukan dengan bermain bola. Semua orang senang dengan keahlian monyet tersebut. Disaat sedang melakukan latihan bola di lapangan, Wati berpapasan dengan seorang gadis yang wajahnya mirip dengannya.
[sunting] Episode 22
Wati yang sempat tertegun akhirnya mencoba menyapa gadis itu yang bernama Putri. Sifat angkuh Putri membuat Wati kesal dan meminta untuk bertukar tempat menjalani kegiatannya. Putri dengan terpaksa menjalani permintaan Wati untuk memotong rambutnya. Wati sempat tersenyum melihat penampilan baru Putri yang mirip dengannya, berbeda dengan Putri yang terlihat shock.
Baik Putri dan Wati sama-sama bingung menghadapi pergaulan hidup yang sangat berbeda. Wati Cs bingung melihat perubahan Wati yang sebenarnya adalah Putri.Wati pun mengalami hal yang sama ketika berada dirumah Putri dirinya terlihat takjub bahkan merasa betah mendapatkan makanan yang mewah, walaupun sempat membuat heran Bik Munah, babysitter Putri.
Putri dan Wati merasakan sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Wati sempat kaget mengetahui karakter ibu Putri yang terlihat keras. Wati tidak menyadari kalau dirinya diincar oleh dua orang penculik. Sedangkan Putri berusaha menutupi kelemahannya dihadapan Wati Cs. Ceking mengakali Mat Gondrong dan teman-temannya untuk dapat membantunya menjalani hukuman yang diberikan ibunya, mengecat tembok. Ketika membeli minuman Wati kaget dengan kedatangan kedua penculik yang langsung membiusnya.
[sunting] Episode 23
Wati sadar dari pingsannya dan berniat untuk meloloskan diri. Ibu Putri merasa salah dengan diculiknya Putri.Tom dan Tim yang salah sasaran merasa kewalahan menghadapi tindakan Wati, namun usaha Wati untuk mengalahkan Tom dan Tim mengalami kegagalan. Ustad Adi mengajarkan tentang kejujuran, dan hal itu sangat terasa bagi Cekng maupun Putri yang menyamar sebagai Wati. Namun Putri urung megutarakan hal yang sebenarnya ketika Mang Rojak datang mengganggu Mpok Romlah.
Putri tidak mengetahui kejadian yang menimpa Wati, dan dia mulai gugup menghadapi pertandingan yang akan dijalaninya. Sebelum pertandingan akhirnya Putri mengungkapkan hal yang sebenarnya dan membuat Wati Cs dan Ustad Adi menjadi kaget, Putri memberitahukan tempat tinggalnya dan membuat Wati Cs kagum. Wati Cs panik mengetahui Wati diculik, sedangkan Ibu Putri menyadari kesalahannya.
Wati Cs ingin menjebak para penculik untuk membebaskan Wati. Wati Cs berhasil membebaskan Wati dan sempat mengerjai para penculik. Kehadiran Wati Cs akhirnya membebaskan timnya dari kekalahan. Ustad Adi merasa lega namun bingung melihat kemiripan wajah Putri dan Wati. Wati Cs khawatir dengan dibebaskannya MAling kondang dan teringat akan ancamannya.
[sunting] Episode 24
Wati Cs yang ketakutan akan kehadiran Maling Kondang, salah sasaran dan menyangka Mat Rojak adalah Maling Kondang. Walau salah sasaran Wati Cs sempat beberapa kali memukuli Mat Rojak hingga pingsan terlebih ketika ibu Mat Gondrong membantu mereka. Selesai membaca surat ancaman Maling Kondang Wati Cs menyusun rencana untuk menghadapi dan meringkus Maling Kondang. Wati Cs mempersiapkan beberapa jebakan untuk melumpuhkan aksi Maling Kondang. Mat Rojak yang mencoba mengintai rumah Mat Gondrong tidak sadar dikerjai oleh Maling Kondang.
Maling Kondang dan anak buahnya berusaha masuk ke rumah Mat Gondrong. Maling Kondang dan anak buahnya terkena jebakan yang dibuat oleh Wati Cs. Ustad Adi, Mpok Siti dan Mpok Romlah yang mengkhawatirkan keselamatan Wati Cs. Bahkan ketika melihat sosok Bang Rojak yang mengendap disemak-semak mereka sangka adalah Maling Kondang. Maling Kondang dan anak buahnya beberapa kali terkena jebakan Wati Cs, namun mereka tetap berusaha masuk ke rumah Mat Gondrong. Ustad Adi dan warga kaget mendengar penjelasan Mat Rojak yang menerima surat ancaman dari Maling Kondang terhadap Wati Cs yang berada di rumah Mat Gondrong.
Anak buah Maling Kondang sudah menyerah menghadapi jebakan yang dibuat oleh Wati Cs. Wati Cs tidak membiarkan Maling Kondang dan anak buahnya kabur, mereka berusaha keras untuk dapat meringkus mereka. Warga senang Maling Kondang dapat dilumpuhkan oleh Wati Cs, bahkan Ustad Adi sempat melumpuhkan Maling Kondang yang ingin melarikan diri dengan jurus yang dimilikinya. Bang Rojak dan Rin Bombom yang bertemu dalam keadaan sedih tiba-tiba tersenyum senang ketika melihat sebuahkupon hadiah dari makanan yang dimakan oleh Rin Bombom.
[sunting] Episode 28
Wati Cs yang ingin latihan bola terpana melihat anak-anak yang sedang latihan karate asuhan Mr. Yamata. Apa yang dipraktekan anak asuh Mr. Yamata membuat decak kagum Wati Cs. Beda ketika mereka melihat Kong Ali yang melatih silat, mereka melihat anak buah Kong Ali malu bahkan anak buahnya ingin ikut serta latihan dengan Mr. Yamata.
Kong Ali yang sempat kesal dengan Mr. Yamata tidak dapat menghadapi gerakan karate dari Mr. Yamata. Untung Ustad Adi sempat menolong Kong Ali yang hapir terjatuh karena gerakan Mr. Yamata. Wati Cs sempat marah ketika Mr. Yamata dan anak-anak asuhnya menantang mereka. Wati Cs yang tidak paham akan ilmu beladiri akhirnya mengakui kalau anak asuh Mr. Yamata lebih unggul dibanding mereka. Akhirnya Wati Cs meminta Ustad Adi untuk mengajarkan mereka tentang ilmu silat. Mendengar tujuan baik Wati Cs, akhirnya Ustad Adi memenuhi keinginan mereka. Namun diluar dugaan Wati Cs, mereka disuruh oleh Ustad Adi dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak berhubungan dengan ilmu bela diri. Namun Akhirnya mereka paham bahwa Ustad Adi secara tidak langsung telah mengajarkan mereka gerakan-gerakan silat pada pekerjaan yang mereka jalani.
[sunting] Episode 29
Ketika dilakukan pertandingan bela diri, Tim Karate Mr. Yamada sempat mnyepelekan Tim Wati Cs. Wati Cs sempat menguasai pertandingan, namun kecurangan Tim Karate Mr. Yamada membuat Tim Wati Cs yang lain kesal dan berniat memenangkan pertandingan.
Anak buah Tim Karate Mr. Yamada merasa kesal karen terus dimarahi. Dipertandingan penentuan antara Wati dan salah satu anak asuh andalan Mr. Yamada, Deni, berlangsung curang. Deni menjalankan perintah Mr. Yamada untuk mencelakai kaki Wati yang menjadi kekuatannya. Melihat Wati celaka, Mr. Yamada tertawa senang.
Ustad Adi sempat mengkhawatirkan kondisi Wati, namun Wati memastikan akan menyelesaikan pertandingan dengan Jurus Andalan yang pernah dipraktekan Kong Ali, Jurus Bangau Pengkor. Usaha Wati tidak sia-sia, dia dapat mengalahkan Deni dengan baik. Mr. Yamada tidak menerima kekalahan Tim Karatenya, dia ingin memukul Deni namun Ustad Adi membelanya. Bahkan antara Mr. Yamada dan Ustad Adi sempat terjadi adu ilmu beladiri. Dengan mudah Ustad Adi mengalahkan Mr. Yamada dengan ilmu silatnya.
Wati Cs kaget melihat hewan peliharaan Ceking, Matgondrong dan Rin Bombom terlepas disaat ada inspeksi dari departemen pendidikan, Ibu Inul. Tindakan Wati Cs secara tidak sengaja membuat penilaian Ibu Inul ke sekolah Wati Cs cukup puas. Namun diluar dugaan Wati Cs rembo dan Mimi masuk ke prototype pesawat dan terbawa masuk ke ruang kepala sekolah. Sedangkan diruangan tersebut Bu Tigor dan Bu Inul masih membicarakan tentang sekolah mereka.
[sunting] Episode 30
Iwan dan Mat Gondrong mengelabui kepala sekolah dan Ibu Inul untuk mau keluar ruangan, sehingga memberikan kebebasan untuk Wati, Rin Bombom, Ceking dan Rimbi untuk mencari Rembo dan Mimi. Ceking sempat pingsan ketika Rimbi dan Rin Bombom memukulnya ketika Rembo ada dikepala Ceking. Mereka berempat kepayahan menangkap Rembo dan Mimi, walau berbagai cara dilakukannya. Usaha mereka jstru membuat ruang kepala sekolah menjadi kacau.
Wati Cs yang menyangka mereka akan menerima hukuman ternyata tidak, Ibu Inul cukup puasa karena sekolah Wati Cs tidak menutupi keadaan dan situasi sekolah mereka. Dilain temapt Mpok Siti dan Mpok Romlah dikagetkan oleh pemberitahuan adanya supermarket didaerah mereka. Hendra lelaki perlente yang ingin membangun supermarket diapit oleh Bang Rojak dan Kong Ali. Hendra terlihat senang ketika warga mendukungnya, namun diluar dugaan Ustad Adi menolaknya. Herman dan anak buahnya, Kubil dan Bangor. merencanakan niat jahat terhadap Ustad Adi.
Kubil dan Bangor yang ingin mencelakai Ustad Adi tidak menyadari kalau Ustad Adi jago beladiri. Hendra ingin mefitnah Ustad Adi dengan berpura-pura memberikan sejumlah uang untuk zakat. Anak buah Hendra memancing perhatian Wati Cs yang ditugaskan untuk menjaga uang titipan tersebut. Wati Cs terpedaya dan salah satu anak buah Hendra berhasil mengambil uang pemberian Hendra kembali. Ustad Adi tidak mengetahui kalau Kubil, anak buah Hendra yang telah mengambil uang zakat, memasukkan uang tersebut ke tas Ustad Adi.
Ustad Adi heran dengan keberadaan uang zakat di tasnya, sehingga membuat beberapa warga kecewa, terlebih ketika Hendra dan anak buahnya menekan Ustad Adi. Wati Cs sdih ketika Ustad Adi memutuskan untuk meninggalkan kampung mereka.
[sunting] Episode 31
Wati Cs sedih dengan kepergian Ustad Adi, namun mereka ingin membuktikan kalau Ustad Adi tidak bersalah. Wati Cs memulai penyelidikan dari anak buah Hendra, Kubil dan Bangor. Mereka yang awal ingin mengenali suara Kubil dan Bangor, justru membuat mereka mengakui perbuatan mereka.
Hendra yang baru membujuk warga untuk mau menyerahkan lapangan warga untuk dibangun supermarket keget, melihat Wati Cs telah mengarak Kubil dan Bangor. Hendra akhirnya jadi tempat pelampiasan Warga yang marah karena mengetahui ulah Hendra pada Ustad Adi. Namun Wati Cs belum dapat mengembalikan Ustad Adi yang mereka tidak ketahui keberadaannya.
Upaya Wati Cs masih belum membuahkan hasil, bahkan mereka sempat membantu seorang bapak tua yang sedang mencari kayu baker. Wati Cs tidak menyadari kalau mereka sudah berjalan jauh dan berada ditempat yang asing. Hingga akhirnya mereka sampai kesebuah losmen tua yang terlihat angker. Walau sempat ketakutan, akhirnya Wati Cs dapat bertemu dengan Mat Lemper., pemilik losmen.
Pelayan losmen, mak Ijah dan Mang Kodir, terlihat agak misterius melihat Wati Cs. Ceking yang ketakutan tidak dihiraukan oleh teman-temannya. Dan ketika Wati Cs menginap di Losmen ada beberapa gangguan, namun mereka tidak enyadari gangguan-gangguan tersebut. Beda dengan Ceking yang tidur sendiri, Ceking ketakutan ketika sosok pocong dan mummy menyoleknya.
[sunting] Episode 32
Wati dan yang lainnya kaget mendengar teriakan Ceking yang ketakutan. Ceking menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Akhirnya Mat Gondrong memutuskan untuk tidur di kamar No. 13 dengan Iwan, sedangkan Ceking di kamar Mat Gondrong sebelumnya. Tanpa diketahui Wati Cs, hantu Mummy dan Pocong telah pindah dan sembunyi dikamar yang awal ditempati Mat Gondrong. Kembali Ceking dibuat kaget oleh kedua hantu itu. Wati Cs yang kembali mendatangi kamar Ceking memeriksa kmar Ceking dan mereka menemukan sebuah pintu rahasia.
Dan akhirnya Wati Cs mengetahui siapa pelaku yang ingin membuat losmen menjadi bangkrut. Mak Ijah dan Mang Kodir yang ingin membuat Wati Cs tidak mengetahui kalau Wati Cs juga berniat menjebak keduanya. Mak Ijah dan MAng Kodir terkena jebakan yang telah dipersiapkan oleh Wati Cs. Wati Cs tidak mau membiarkan Mak Ijah dan Mang Kodir kabur, mereka berusaha meringkus keduanya.
Setelah berhasil meringkus Mak Ijah dan Mang Kodir, Wati Cs baru tahu kalau Mat Lemper telah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Akhirnya mereka memutuskan kembali kekampung mereka untuk meminta ijin orang tua mereka dan meneruskan mencari Ustad Adi. Sampai dirumah Wati dan Iwan kaget melihat kea rah ruang tamu mereka.
[sunting] Episode 33
Wati dan iwan kaget melihat Ustad Adi telah berada dirumah mereka. Walaupun mereka terkena marah oleh Mpok Romlah, mereka tetap senang karena telah kembalinya Ustad Adi. Teman-teman Wati Cs lainnya tidak semangat berlatih bola karena belum mengetahui kalau Ustad Adi telah kembali. Sekembalinya Ustad Adi membuat timWati Cs bersemangat kembali, dan mereka mendapat pujian dari Pak Dirga yang melihat cara latihan mereka.
Pak Dirga meminta Wati Cs untuk dapat masuk dalam tim nasional. Wati Cs dan Ustad Adi tidak dapat menolak permohonan Pak Dirga untuk bergabung dengan mereka untuk menghadapi turnamen internasional, karena mereka terpilih sebagai tuan rumah. Ustad Adi mulai meminta anak-anak untuk mengikuti perintahnya. Namun Tommy, kapten tim nasional, meremehkan kehadiran Wati Cs dan juga Ustad Adi.
Kekerasan Ustad Adi dalam melatih membuat Tommy dan Ujang serta anggota Tim Nasional lainnya sempat kesal, karena melihat perlakuan yang tidak adil pada mereka. Wati sempat prihatin melihat kekesalan Tommy, Ujang, Ucok dan Rere. NAmun Di latihan selanjutnya justru mereka akhirnya mau meminta maaf dan kembali bergabung untuk latihan. Akhirnya Ustad Adi dapat membuat Tommy, Ucok, Ujang dan Rere menyadari kesalahannya. Namun kekerasan Ustad Adi dalam latihan membuat Wati Cs dan Tim Nasional menyerah, Ustad Adi yang melihat kelemahan Tim-nya akhirnya pergi dengan kekecewaannya.
[sunting] Episode 34
Wati Cs yang melihat Ustad Adi yang menyerah, akhirnya bersemangat untuk mau berlatih keras demi menjaga nama baik bangsa. Wati tidak menyadari keberadaan Tom dan Bodong, penjahat yang pernah menculiknya, namun kali ini penjahat itu menculik seorang anak bayi. Melihat kehadiran Wati yang dikenalnya Tom dan Bodong bersembunyi, tanpa sepengetahuan mereka mereka terkurung dalam sebuah mobil sampah.
Ustad Adi dan rekan-rekan Wati kaget melihat Wati membawa keranjang berisi bayi. Kehadiran bayi tersebut sempat membuat Wati Cs dan Ustad Adi bingung, namun berkat bantuan Mpok Romlah bayi itu dapat dirawat dengan baik. Ustad Adi tidak bisa mengelak tuduhan yang dituduhkan padanya mengenai orang tua si bayi. Karena Mpok Romlah cemburu kalau anak tersebut adalah anak Ustad Adi, Mpok Romlah menolak untuk mengasuhnya. Dengan bantuan Wati Cs dan Bang Rojak, Ustad Adi merawat bayi temuan itu. Walau merasa kewalahan Ustad Adi tetap berusaha untuk mengatasi bayi yang terus menangis. Ustad Adi sempat menarik perhatian bayi dengan nyanyian dan gerakan yang dilakukan oleh Ustad Adi.
Wati Cs dan Ustad Adi tidak menyadari kedatangan Tom dan Bodong yang ingin mengambil bayi itu kembali. Ustad Adi, Bang Rojak dan Kong Ali dengan terpaksa menjaga bayi temuan itu, hingga mereka kurang istirahat. Ustad Adi meminta tolong Wati Cs untuk menggantikannya menjaga bayi temuan, tanpa disadari Wati Cs, Tom dan Bodong menyamar sebagai Badut dan ingin mengambil bayi culikan mereka. Romlah masih cemburu dan menyangka Ustad Adi adalah ayah sang bayi.
Tanpa sengaja Ustad Adi melihat pengumuman tentang hilangnya bayi disebuah tabloid dan mengajak romlah untuk menemui Wati Cs. Namun mereka terlampat karena Tom dan Bodong berhasil memperdaya Wati Cs dan menculik kembali bayi tersebut.
[sunting] Episode 35
Wati Cs yang menyadari mereka telah diperdaya akhirnya memutuskan untuk mengejar Tom dan Bodong. Dengan bantuan Ceking akhirnya mereka dpat menyusul Para Penculik dan meringkus mereka. Romlah kaget melihat Iwan terkena cacar, dan meminta Wati untuk menjauhinya. Kembali Mat Gondrong berhasil diperdaya oleh teman-temanya dalam sebuah permainan. Mat Gondrong terlihat sedih karena selalu dikerjai teman-temannya. Namun ketika Wati mengajak teman-temannya untuk menjenguk Iwan mereka semua terlihat gembira.
Ulah Wati Cs di rumah sakit membuat mereka terjebak dalam masalah. Terlebih Mat Gondrong dan Ceking yang terjebak menjadi pasien sunat. Awalnya merka senang diiming-imingi hadiah, kemudian kaget melihat perlengkapan sunat telah disiapkan. Dokter yang menangani mereka tidak memperdulikan ucapan Mat Gondrong dan Ceking, yang menjelaskan kalau mereka telah di sunat. Bahkan dokter mwncoba dengan mata tertutup, hal ini membuat Mat Gondrong dan Ceking semakin tegang.
[sunting] Episode 36
Dokter tetap menyunat keduanya dan tidak menghiraukan ucapan Ceking dan Mat Gondrong. Wati Cs, Ustad Adi dan Mpok Romlah justru menertawakan kejadian yang menimpa Ceking dan Mat Gondrong. Kampung Bojong ingin kedatangan Gubernur dan para warga sibuk mengatur rencana penyambutan. Dan usul Ustad Adi pun dilakukan untuk menyambut Gubernur.
Sempat terjadi kekacauan disaat mereka berlatih ketika ad untuk acara penyambutan.Bahkan Ceking sempat membuat salah satu ondel-ondel rusak. Namun mereka berhasil menutupi ondel-ondel dengan memanfaatkan Mat Gondrong dan Ceking.
Disaat Gubernur datang, Mat Gondrong dan Ceking yang menyamar sebagai ondel-ondel merasa kewalahan. Sedangkan Mpok Siti dan Mpok Romlah menutupi kekesalan mereka di depan Gubernur. Ketidak sabaran Mat Gondrong dan Ceking yang ingin makan membuat mereka terpleset oleh kulit pisang.
[sunting] Episode 37
Kampung Bojong ingin kedatangan Gubernur dan para warga sibuk mengatur rencana penyambutan. Dan usul Ustad Adi pun dilakukan untuk menyambut Gubernur.
Sempat terjadi kekacauan disaat mereka berlatih ketika ad untuk acara penyambutan.Bahkan Ceking sempat membuat salah satu ondel-ondel rusak. Namun mereka berhasil menutupi ondel-ondel dengan memanfaatkan Mat Gondrong dan Ceking.
Disaat Gubernur datang, Mat Gondrong dan Ceking yang menyamar sebagai ondel-ondel merasa kewalahan. Sedangkan Mpok Siti dan Mpok Romlah menutupi kekesalan mereka di depan Gubernur. Ketidak sabaran Mat Gondrong dan Ceking yang ingin makan membuat mereka terpleset oleh kulit pisang.
[sunting] Episode 44
Wati Cs yang bingung menghadapi masalah mereka akhirnya memutuskan untuk sholat dulu untuk menemukan jalan. Akhirnya Wati Cs menyamar sebagai manekin patung yang ingin disimpan dalam museum. Wati Cs berhasil mendapatkan patung, sedangkan Rin Bombom berhasil membebaskan dirinya dari ikatannya.
Rin Bombom yang mencoba melolosakan diri, gagal setelah Mat Bunglon berhasil membuatnya pingsan. Wati Cs berhasil meloloskan diri dari satpam museum, namun mereka ragu untuk memberikan patung yang mereka dapat ke Mat Bunglon dan Dul Bajing. Wati Cs mengakali patung dengan perangkap tikus untuk menukarnya dengan Rin Bombom.
Apakah Wati Cs dapat menyelamatkan Rin Bombom? Akankah Mat Bunglon dan Dul Bajing berhasil mendapatkan patung yang diinginkannya?
[sunting] Episode 46
Wati Cs beberapa kali mencoba mencari keberadaan sepatu butut Wati, namun gagal. Akhirnya Ustad Adi yang mengetahui hal itu mencoba mendatangi Wati dan menghibur Mpok Romlah yang merasa bersalah telah menghilangkan sepatu kesayangan anaknya. Ustad Adi berhasil memberikan Wati semangat dengan sepatu butut yang diberikannya.
Di pertandingan Wati Cs yang sempat mengalami kekalahan akhirnya dapat memenangkan pertandingan. Wati baru menyadari kalau Ustad Adi telah mengakali sepatu butut menyerupai sepatu butut milik Wati. Wati baru menyadari kesalahannya.
Wati Cs melihat warga kampung Bojong berduyun-duyun membawa perlengkapan renang dan sebagian membawa ternak mereka, mereka khawatir terjadi sesuatu diwilayah mereka.
[sunting] Episode 47
Wati Cs dan warga Bojong terlihat antusias dengan adanya kolam renang baru ditempat mereka. Semua warga terlihat norak dengan adanya kolam renang baru tersebut. Pemilik kolam pun kewalahan mengatur dan melarang warga yang menganggap kolam renang seperti sumur. Dikolam renang Bang Rojak sempat diisengi oleh Ceking dan Mat Gondrong dengan melepas celana yang digunakan oleh Bang Rojak, namun mereka terkena dampak keisengan mereka sendiri.
Ceking, Iwan dan Mat Gondrong tertarik mengikuti lomba untuk menyambut hari Ibu Kartini. Karena hanya perempuan yang dapat mengikuti Ceking, Iwan dan Mat Gondrong menyamar sebagai perempuan. Disetiap perlombaan mereka selalu menang hingga akhirnya mereka sempat mengakali pertandingan mirip wajah Ibu Kartini. Kecurigaan Ustad Adi dan Kong Ali muncul ketika Ceking, Iwan, dan Mat Gondrong terlihat penyamarannya.
Wait Cs akhirnya memutuskan kabur tanpa mereka tahu Bu Inem melihat semua kejadian tersebut. Wati Cs yang sepakat untuk berbohong akhirnya menyerah setelah Ustad Adi memberikan sebuah pelajaran penting tentang kejujuran.
Sempat Wati Cs khawatir ketika kepala sekolah menanyakan kejadian tersebut, namun Wati Cs kaget melihat pembelaan Bu Inem kepada mereka. Akhirnya dengan terpaksa Wati Cs mengakui perbuatan mereka. Mat Gondrong yang awalnya senang dengan hadiah yang dijanjikan oleh kepala sekolah karena kejujurannya, akhirnya lemas mengetahui dirinya harus menjalani hukuman.
Wati Cs mendapat hadiah dari Kong Ali karena telah membantu panen buahnya. Mat Gondrong kembali dikerjai oleh Wati Cs dalam sebuah permainan, namun beruntung Mat Gondrong bertemu gadis manis seusianya yang bernama Tari. Mat gondrong menceritakan pertemuannya dengan Tari yang agak aneh kepada Wati Cs. Wati Cs merasa ada yang tidak beres di rumah Pak Kentang dan Bu Tomat tempat Tari ditemukan. Mat Gondrong merasa yakin rumah tersebut adalah temat penculikan anak. Mat Gondrong meminta teman-temannya melaporkan ke semua warga termasuk Ustad Adi.
Setelah masuk ke rumah Pak Kentang mereka tidak menemukan anak-anak yang dilihat Mat Gondrong kecuali Tari. Sepeninggalan warga, Pak Kentang dan Bu Tomat menatap tajam Tari yang ketakutan. Mat Gondrong yang masih penasaran mencoba untuk menyelidikinya sendiri. Mat Gondrong tidak tahu kalau kehadirannya telah diketahui oleh Pak Kentang yang sengaja menjebaknya. Teman-teman Mat Gondrong ternyata sama-sama penasaran dan mereka sama-sama menyelidiki. Mat Gondrong bertemu dengan Tari dan membenarkan perkiraan Mat Gondrong tentang siapa Pak Kentang. Mat Gondrong yang sepat kepergok mencoba melawan, namun perlawanannya tidak berarti karena Pak kentang memiliki ilmu karet.
[sunting] Episode 20
Wati Cs yang telah masuk rumah Pak Kentang kaget dengan kehadiran anjing galak yang bernama Udin. Setelah melakukan perlawanan, akhirnya Mat Gondrong menyerah dan berhasil diringkus oleh anak buah Pak Kentang. Wati Cs meminta Ceking untuk mengatasi Udin, si anjing galak. Ceking berhasiil memancing Udin untuk masuk perangkap disebuah gudang kecil.
Ustad Adi mencurigai kepergian Wati Cs ke rumah Pak Kentang , ketika dia tidak memergoki Wati dan Iwan tidak ada dikamarnya. Wati Cs membagi 2 kelompok untuk menyelidiki isi rumah Pak Kentang. Ceking, Iwan dan Rimbi mendengar pembicaraan Bu Tomat dengan slaah satu anak buahnya yang ingin memindahkan anak-anak yang mereka culik. Mereka bertiga kepergok oleh Bu Tomat dan berhasil menangkap mereka. Begitupula dengan Rin Bombom dan Wati yang ketahuan oleh Pak Kentang, mereka mencoba untuk melakukan perlawanan namun gagal dan tertangkap. Dilain tempat Ustad Adi diberitahu Bang Rojak sebuah iklan pencarian buronan yang terpampang wajah Pak Kentang dan Bu Tomat.
Pak Kentang dan Bu Tomat mulai panik ketika warga mulai mengetahui aksi mereka. Wati Cs berusaha untuk dapat keluar dari ruang penyekapan. Setelah berhasil keluar, mereka melumpuhkan anak buah Pak Kentang dan membebaskan semua anak-anak yang disekap. Terjadi perlawanan yang seru antara Wati Cs dengan Pak Kentang dan Bu Tomat. Semua orang merasa bersalah tidak mempercayai Mat Gondrong dan mereka puas telah menangkap penculik-pencullik itu. Wati CS sempat menegur tindakan kasar seorang pawang kera kepada binatang peliharaannya. Wati Cs merasa iba dengan kera tersebut, namun Wati Cs sempat kaget melihat seekor kera tengah meringkuk ketakutan disudut ruangan.
[sunting] Episode 21
Wati Cs senang dengan keberadaan monyet tersebut. Mat Gondrong berupaya merayu ibunya untuk mau menerima monyet peliharaannya. Ibu Mat Gondrong yang mengetahui keberadaan monyet dirumahnya akhirnya pingsan. Akhirnya mereka sepakat untuk menitipkan dirumah Wati Cs. Wati Cs berusaha menutupi monyet tersebut dari Romlah yang penasaran ingin melihat isi kereta dorong yang dibawa oleh Wati Cs.
Sempat terjadio keributan di warung Romlah akibat monyet yang dibawa oleh Wati Cs. Wati Cs berusaha untuk menangkap monyet tersebut namun gagal. Terjadi kecelakaan pada sebuah mobil bermuatam gas, hingga beberapa tabung keluar. Monyet membuat ulah dibeberapa tempat termasuk Mpok Siti, rambutnya rusak karena ulah monyet.
Wati Cs berhasil menangkap monyet tersebut, namun beberapa waega yang marah hampir menyakiti monyet tersebut. Dan ternyata monyet tersebut bermaksud memperingati warga tentang bahaya tabung gas yang dibawa oleh kendaraan yang mengalami kecelakaan. Berkat Ustad Adi, mereka mendapatkan solusi dan mendatangi sang pawang monyet yang ternyata sedih kehilangan monyetnya.
Akhirnya Wati Cs mengajak monyet untuk melakukan pertunjukan dengan bermain bola. Semua orang senang dengan keahlian monyet tersebut. Disaat sedang melakukan latihan bola di lapangan, Wati berpapasan dengan seorang gadis yang wajahnya mirip dengannya.
[sunting] Episode 22
Wati yang sempat tertegun akhirnya mencoba menyapa gadis itu yang bernama Putri. Sifat angkuh Putri membuat Wati kesal dan meminta untuk bertukar tempat menjalani kegiatannya. Putri dengan terpaksa menjalani permintaan Wati untuk memotong rambutnya. Wati sempat tersenyum melihat penampilan baru Putri yang mirip dengannya, berbeda dengan Putri yang terlihat shock.
Baik Putri dan Wati sama-sama bingung menghadapi pergaulan hidup yang sangat berbeda. Wati Cs bingung melihat perubahan Wati yang sebenarnya adalah Putri.Wati pun mengalami hal yang sama ketika berada dirumah Putri dirinya terlihat takjub bahkan merasa betah mendapatkan makanan yang mewah, walaupun sempat membuat heran Bik Munah, babysitter Putri.
Putri dan Wati merasakan sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Wati sempat kaget mengetahui karakter ibu Putri yang terlihat keras. Wati tidak menyadari kalau dirinya diincar oleh dua orang penculik. Sedangkan Putri berusaha menutupi kelemahannya dihadapan Wati Cs. Ceking mengakali Mat Gondrong dan teman-temannya untuk dapat membantunya menjalani hukuman yang diberikan ibunya, mengecat tembok. Ketika membeli minuman Wati kaget dengan kedatangan kedua penculik yang langsung membiusnya.
[sunting] Episode 23
Wati sadar dari pingsannya dan berniat untuk meloloskan diri. Ibu Putri merasa salah dengan diculiknya Putri.Tom dan Tim yang salah sasaran merasa kewalahan menghadapi tindakan Wati, namun usaha Wati untuk mengalahkan Tom dan Tim mengalami kegagalan. Ustad Adi mengajarkan tentang kejujuran, dan hal itu sangat terasa bagi Cekng maupun Putri yang menyamar sebagai Wati. Namun Putri urung megutarakan hal yang sebenarnya ketika Mang Rojak datang mengganggu Mpok Romlah.
Putri tidak mengetahui kejadian yang menimpa Wati, dan dia mulai gugup menghadapi pertandingan yang akan dijalaninya. Sebelum pertandingan akhirnya Putri mengungkapkan hal yang sebenarnya dan membuat Wati Cs dan Ustad Adi menjadi kaget, Putri memberitahukan tempat tinggalnya dan membuat Wati Cs kagum. Wati Cs panik mengetahui Wati diculik, sedangkan Ibu Putri menyadari kesalahannya.
Wati Cs ingin menjebak para penculik untuk membebaskan Wati. Wati Cs berhasil membebaskan Wati dan sempat mengerjai para penculik. Kehadiran Wati Cs akhirnya membebaskan timnya dari kekalahan. Ustad Adi merasa lega namun bingung melihat kemiripan wajah Putri dan Wati. Wati Cs khawatir dengan dibebaskannya MAling kondang dan teringat akan ancamannya.
[sunting] Episode 24
Wati Cs yang ketakutan akan kehadiran Maling Kondang, salah sasaran dan menyangka Mat Rojak adalah Maling Kondang. Walau salah sasaran Wati Cs sempat beberapa kali memukuli Mat Rojak hingga pingsan terlebih ketika ibu Mat Gondrong membantu mereka. Selesai membaca surat ancaman Maling Kondang Wati Cs menyusun rencana untuk menghadapi dan meringkus Maling Kondang. Wati Cs mempersiapkan beberapa jebakan untuk melumpuhkan aksi Maling Kondang. Mat Rojak yang mencoba mengintai rumah Mat Gondrong tidak sadar dikerjai oleh Maling Kondang.
Maling Kondang dan anak buahnya berusaha masuk ke rumah Mat Gondrong. Maling Kondang dan anak buahnya terkena jebakan yang dibuat oleh Wati Cs. Ustad Adi, Mpok Siti dan Mpok Romlah yang mengkhawatirkan keselamatan Wati Cs. Bahkan ketika melihat sosok Bang Rojak yang mengendap disemak-semak mereka sangka adalah Maling Kondang. Maling Kondang dan anak buahnya beberapa kali terkena jebakan Wati Cs, namun mereka tetap berusaha masuk ke rumah Mat Gondrong. Ustad Adi dan warga kaget mendengar penjelasan Mat Rojak yang menerima surat ancaman dari Maling Kondang terhadap Wati Cs yang berada di rumah Mat Gondrong.
Anak buah Maling Kondang sudah menyerah menghadapi jebakan yang dibuat oleh Wati Cs. Wati Cs tidak membiarkan Maling Kondang dan anak buahnya kabur, mereka berusaha keras untuk dapat meringkus mereka. Warga senang Maling Kondang dapat dilumpuhkan oleh Wati Cs, bahkan Ustad Adi sempat melumpuhkan Maling Kondang yang ingin melarikan diri dengan jurus yang dimilikinya. Bang Rojak dan Rin Bombom yang bertemu dalam keadaan sedih tiba-tiba tersenyum senang ketika melihat sebuahkupon hadiah dari makanan yang dimakan oleh Rin Bombom.
[sunting] Episode 28
Wati Cs yang ingin latihan bola terpana melihat anak-anak yang sedang latihan karate asuhan Mr. Yamata. Apa yang dipraktekan anak asuh Mr. Yamata membuat decak kagum Wati Cs. Beda ketika mereka melihat Kong Ali yang melatih silat, mereka melihat anak buah Kong Ali malu bahkan anak buahnya ingin ikut serta latihan dengan Mr. Yamata.
Kong Ali yang sempat kesal dengan Mr. Yamata tidak dapat menghadapi gerakan karate dari Mr. Yamata. Untung Ustad Adi sempat menolong Kong Ali yang hapir terjatuh karena gerakan Mr. Yamata. Wati Cs sempat marah ketika Mr. Yamata dan anak-anak asuhnya menantang mereka. Wati Cs yang tidak paham akan ilmu beladiri akhirnya mengakui kalau anak asuh Mr. Yamata lebih unggul dibanding mereka. Akhirnya Wati Cs meminta Ustad Adi untuk mengajarkan mereka tentang ilmu silat. Mendengar tujuan baik Wati Cs, akhirnya Ustad Adi memenuhi keinginan mereka. Namun diluar dugaan Wati Cs, mereka disuruh oleh Ustad Adi dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak berhubungan dengan ilmu bela diri. Namun Akhirnya mereka paham bahwa Ustad Adi secara tidak langsung telah mengajarkan mereka gerakan-gerakan silat pada pekerjaan yang mereka jalani.
[sunting] Episode 29
Ketika dilakukan pertandingan bela diri, Tim Karate Mr. Yamada sempat mnyepelekan Tim Wati Cs. Wati Cs sempat menguasai pertandingan, namun kecurangan Tim Karate Mr. Yamada membuat Tim Wati Cs yang lain kesal dan berniat memenangkan pertandingan.
Anak buah Tim Karate Mr. Yamada merasa kesal karen terus dimarahi. Dipertandingan penentuan antara Wati dan salah satu anak asuh andalan Mr. Yamada, Deni, berlangsung curang. Deni menjalankan perintah Mr. Yamada untuk mencelakai kaki Wati yang menjadi kekuatannya. Melihat Wati celaka, Mr. Yamada tertawa senang.
Ustad Adi sempat mengkhawatirkan kondisi Wati, namun Wati memastikan akan menyelesaikan pertandingan dengan Jurus Andalan yang pernah dipraktekan Kong Ali, Jurus Bangau Pengkor. Usaha Wati tidak sia-sia, dia dapat mengalahkan Deni dengan baik. Mr. Yamada tidak menerima kekalahan Tim Karatenya, dia ingin memukul Deni namun Ustad Adi membelanya. Bahkan antara Mr. Yamada dan Ustad Adi sempat terjadi adu ilmu beladiri. Dengan mudah Ustad Adi mengalahkan Mr. Yamada dengan ilmu silatnya.
Wati Cs kaget melihat hewan peliharaan Ceking, Matgondrong dan Rin Bombom terlepas disaat ada inspeksi dari departemen pendidikan, Ibu Inul. Tindakan Wati Cs secara tidak sengaja membuat penilaian Ibu Inul ke sekolah Wati Cs cukup puas. Namun diluar dugaan Wati Cs rembo dan Mimi masuk ke prototype pesawat dan terbawa masuk ke ruang kepala sekolah. Sedangkan diruangan tersebut Bu Tigor dan Bu Inul masih membicarakan tentang sekolah mereka.
[sunting] Episode 30
Iwan dan Mat Gondrong mengelabui kepala sekolah dan Ibu Inul untuk mau keluar ruangan, sehingga memberikan kebebasan untuk Wati, Rin Bombom, Ceking dan Rimbi untuk mencari Rembo dan Mimi. Ceking sempat pingsan ketika Rimbi dan Rin Bombom memukulnya ketika Rembo ada dikepala Ceking. Mereka berempat kepayahan menangkap Rembo dan Mimi, walau berbagai cara dilakukannya. Usaha mereka jstru membuat ruang kepala sekolah menjadi kacau.
Wati Cs yang menyangka mereka akan menerima hukuman ternyata tidak, Ibu Inul cukup puasa karena sekolah Wati Cs tidak menutupi keadaan dan situasi sekolah mereka. Dilain temapt Mpok Siti dan Mpok Romlah dikagetkan oleh pemberitahuan adanya supermarket didaerah mereka. Hendra lelaki perlente yang ingin membangun supermarket diapit oleh Bang Rojak dan Kong Ali. Hendra terlihat senang ketika warga mendukungnya, namun diluar dugaan Ustad Adi menolaknya. Herman dan anak buahnya, Kubil dan Bangor. merencanakan niat jahat terhadap Ustad Adi.
Kubil dan Bangor yang ingin mencelakai Ustad Adi tidak menyadari kalau Ustad Adi jago beladiri. Hendra ingin mefitnah Ustad Adi dengan berpura-pura memberikan sejumlah uang untuk zakat. Anak buah Hendra memancing perhatian Wati Cs yang ditugaskan untuk menjaga uang titipan tersebut. Wati Cs terpedaya dan salah satu anak buah Hendra berhasil mengambil uang pemberian Hendra kembali. Ustad Adi tidak mengetahui kalau Kubil, anak buah Hendra yang telah mengambil uang zakat, memasukkan uang tersebut ke tas Ustad Adi.
Ustad Adi heran dengan keberadaan uang zakat di tasnya, sehingga membuat beberapa warga kecewa, terlebih ketika Hendra dan anak buahnya menekan Ustad Adi. Wati Cs sdih ketika Ustad Adi memutuskan untuk meninggalkan kampung mereka.
[sunting] Episode 31
Wati Cs sedih dengan kepergian Ustad Adi, namun mereka ingin membuktikan kalau Ustad Adi tidak bersalah. Wati Cs memulai penyelidikan dari anak buah Hendra, Kubil dan Bangor. Mereka yang awal ingin mengenali suara Kubil dan Bangor, justru membuat mereka mengakui perbuatan mereka.
Hendra yang baru membujuk warga untuk mau menyerahkan lapangan warga untuk dibangun supermarket keget, melihat Wati Cs telah mengarak Kubil dan Bangor. Hendra akhirnya jadi tempat pelampiasan Warga yang marah karena mengetahui ulah Hendra pada Ustad Adi. Namun Wati Cs belum dapat mengembalikan Ustad Adi yang mereka tidak ketahui keberadaannya.
Upaya Wati Cs masih belum membuahkan hasil, bahkan mereka sempat membantu seorang bapak tua yang sedang mencari kayu baker. Wati Cs tidak menyadari kalau mereka sudah berjalan jauh dan berada ditempat yang asing. Hingga akhirnya mereka sampai kesebuah losmen tua yang terlihat angker. Walau sempat ketakutan, akhirnya Wati Cs dapat bertemu dengan Mat Lemper., pemilik losmen.
Pelayan losmen, mak Ijah dan Mang Kodir, terlihat agak misterius melihat Wati Cs. Ceking yang ketakutan tidak dihiraukan oleh teman-temannya. Dan ketika Wati Cs menginap di Losmen ada beberapa gangguan, namun mereka tidak enyadari gangguan-gangguan tersebut. Beda dengan Ceking yang tidur sendiri, Ceking ketakutan ketika sosok pocong dan mummy menyoleknya.
[sunting] Episode 32
Wati dan yang lainnya kaget mendengar teriakan Ceking yang ketakutan. Ceking menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Akhirnya Mat Gondrong memutuskan untuk tidur di kamar No. 13 dengan Iwan, sedangkan Ceking di kamar Mat Gondrong sebelumnya. Tanpa diketahui Wati Cs, hantu Mummy dan Pocong telah pindah dan sembunyi dikamar yang awal ditempati Mat Gondrong. Kembali Ceking dibuat kaget oleh kedua hantu itu. Wati Cs yang kembali mendatangi kamar Ceking memeriksa kmar Ceking dan mereka menemukan sebuah pintu rahasia.
Dan akhirnya Wati Cs mengetahui siapa pelaku yang ingin membuat losmen menjadi bangkrut. Mak Ijah dan Mang Kodir yang ingin membuat Wati Cs tidak mengetahui kalau Wati Cs juga berniat menjebak keduanya. Mak Ijah dan MAng Kodir terkena jebakan yang telah dipersiapkan oleh Wati Cs. Wati Cs tidak mau membiarkan Mak Ijah dan Mang Kodir kabur, mereka berusaha meringkus keduanya.
Setelah berhasil meringkus Mak Ijah dan Mang Kodir, Wati Cs baru tahu kalau Mat Lemper telah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Akhirnya mereka memutuskan kembali kekampung mereka untuk meminta ijin orang tua mereka dan meneruskan mencari Ustad Adi. Sampai dirumah Wati dan Iwan kaget melihat kea rah ruang tamu mereka.
[sunting] Episode 33
Wati dan iwan kaget melihat Ustad Adi telah berada dirumah mereka. Walaupun mereka terkena marah oleh Mpok Romlah, mereka tetap senang karena telah kembalinya Ustad Adi. Teman-teman Wati Cs lainnya tidak semangat berlatih bola karena belum mengetahui kalau Ustad Adi telah kembali. Sekembalinya Ustad Adi membuat timWati Cs bersemangat kembali, dan mereka mendapat pujian dari Pak Dirga yang melihat cara latihan mereka.
Pak Dirga meminta Wati Cs untuk dapat masuk dalam tim nasional. Wati Cs dan Ustad Adi tidak dapat menolak permohonan Pak Dirga untuk bergabung dengan mereka untuk menghadapi turnamen internasional, karena mereka terpilih sebagai tuan rumah. Ustad Adi mulai meminta anak-anak untuk mengikuti perintahnya. Namun Tommy, kapten tim nasional, meremehkan kehadiran Wati Cs dan juga Ustad Adi.
Kekerasan Ustad Adi dalam melatih membuat Tommy dan Ujang serta anggota Tim Nasional lainnya sempat kesal, karena melihat perlakuan yang tidak adil pada mereka. Wati sempat prihatin melihat kekesalan Tommy, Ujang, Ucok dan Rere. NAmun Di latihan selanjutnya justru mereka akhirnya mau meminta maaf dan kembali bergabung untuk latihan. Akhirnya Ustad Adi dapat membuat Tommy, Ucok, Ujang dan Rere menyadari kesalahannya. Namun kekerasan Ustad Adi dalam latihan membuat Wati Cs dan Tim Nasional menyerah, Ustad Adi yang melihat kelemahan Tim-nya akhirnya pergi dengan kekecewaannya.
[sunting] Episode 34
Wati Cs yang melihat Ustad Adi yang menyerah, akhirnya bersemangat untuk mau berlatih keras demi menjaga nama baik bangsa. Wati tidak menyadari keberadaan Tom dan Bodong, penjahat yang pernah menculiknya, namun kali ini penjahat itu menculik seorang anak bayi. Melihat kehadiran Wati yang dikenalnya Tom dan Bodong bersembunyi, tanpa sepengetahuan mereka mereka terkurung dalam sebuah mobil sampah.
Ustad Adi dan rekan-rekan Wati kaget melihat Wati membawa keranjang berisi bayi. Kehadiran bayi tersebut sempat membuat Wati Cs dan Ustad Adi bingung, namun berkat bantuan Mpok Romlah bayi itu dapat dirawat dengan baik. Ustad Adi tidak bisa mengelak tuduhan yang dituduhkan padanya mengenai orang tua si bayi. Karena Mpok Romlah cemburu kalau anak tersebut adalah anak Ustad Adi, Mpok Romlah menolak untuk mengasuhnya. Dengan bantuan Wati Cs dan Bang Rojak, Ustad Adi merawat bayi temuan itu. Walau merasa kewalahan Ustad Adi tetap berusaha untuk mengatasi bayi yang terus menangis. Ustad Adi sempat menarik perhatian bayi dengan nyanyian dan gerakan yang dilakukan oleh Ustad Adi.
Wati Cs dan Ustad Adi tidak menyadari kedatangan Tom dan Bodong yang ingin mengambil bayi itu kembali. Ustad Adi, Bang Rojak dan Kong Ali dengan terpaksa menjaga bayi temuan itu, hingga mereka kurang istirahat. Ustad Adi meminta tolong Wati Cs untuk menggantikannya menjaga bayi temuan, tanpa disadari Wati Cs, Tom dan Bodong menyamar sebagai Badut dan ingin mengambil bayi culikan mereka. Romlah masih cemburu dan menyangka Ustad Adi adalah ayah sang bayi.
Tanpa sengaja Ustad Adi melihat pengumuman tentang hilangnya bayi disebuah tabloid dan mengajak romlah untuk menemui Wati Cs. Namun mereka terlampat karena Tom dan Bodong berhasil memperdaya Wati Cs dan menculik kembali bayi tersebut.
[sunting] Episode 35
Wati Cs yang menyadari mereka telah diperdaya akhirnya memutuskan untuk mengejar Tom dan Bodong. Dengan bantuan Ceking akhirnya mereka dpat menyusul Para Penculik dan meringkus mereka. Romlah kaget melihat Iwan terkena cacar, dan meminta Wati untuk menjauhinya. Kembali Mat Gondrong berhasil diperdaya oleh teman-temanya dalam sebuah permainan. Mat Gondrong terlihat sedih karena selalu dikerjai teman-temannya. Namun ketika Wati mengajak teman-temannya untuk menjenguk Iwan mereka semua terlihat gembira.
Ulah Wati Cs di rumah sakit membuat mereka terjebak dalam masalah. Terlebih Mat Gondrong dan Ceking yang terjebak menjadi pasien sunat. Awalnya merka senang diiming-imingi hadiah, kemudian kaget melihat perlengkapan sunat telah disiapkan. Dokter yang menangani mereka tidak memperdulikan ucapan Mat Gondrong dan Ceking, yang menjelaskan kalau mereka telah di sunat. Bahkan dokter mwncoba dengan mata tertutup, hal ini membuat Mat Gondrong dan Ceking semakin tegang.
[sunting] Episode 36
Dokter tetap menyunat keduanya dan tidak menghiraukan ucapan Ceking dan Mat Gondrong. Wati Cs, Ustad Adi dan Mpok Romlah justru menertawakan kejadian yang menimpa Ceking dan Mat Gondrong. Kampung Bojong ingin kedatangan Gubernur dan para warga sibuk mengatur rencana penyambutan. Dan usul Ustad Adi pun dilakukan untuk menyambut Gubernur.
Sempat terjadi kekacauan disaat mereka berlatih ketika ad untuk acara penyambutan.Bahkan Ceking sempat membuat salah satu ondel-ondel rusak. Namun mereka berhasil menutupi ondel-ondel dengan memanfaatkan Mat Gondrong dan Ceking.
Disaat Gubernur datang, Mat Gondrong dan Ceking yang menyamar sebagai ondel-ondel merasa kewalahan. Sedangkan Mpok Siti dan Mpok Romlah menutupi kekesalan mereka di depan Gubernur. Ketidak sabaran Mat Gondrong dan Ceking yang ingin makan membuat mereka terpleset oleh kulit pisang.
[sunting] Episode 37
Kampung Bojong ingin kedatangan Gubernur dan para warga sibuk mengatur rencana penyambutan. Dan usul Ustad Adi pun dilakukan untuk menyambut Gubernur.
Sempat terjadi kekacauan disaat mereka berlatih ketika ad untuk acara penyambutan.Bahkan Ceking sempat membuat salah satu ondel-ondel rusak. Namun mereka berhasil menutupi ondel-ondel dengan memanfaatkan Mat Gondrong dan Ceking.
Disaat Gubernur datang, Mat Gondrong dan Ceking yang menyamar sebagai ondel-ondel merasa kewalahan. Sedangkan Mpok Siti dan Mpok Romlah menutupi kekesalan mereka di depan Gubernur. Ketidak sabaran Mat Gondrong dan Ceking yang ingin makan membuat mereka terpleset oleh kulit pisang.
[sunting] Episode 44
Wati Cs yang bingung menghadapi masalah mereka akhirnya memutuskan untuk sholat dulu untuk menemukan jalan. Akhirnya Wati Cs menyamar sebagai manekin patung yang ingin disimpan dalam museum. Wati Cs berhasil mendapatkan patung, sedangkan Rin Bombom berhasil membebaskan dirinya dari ikatannya.
Rin Bombom yang mencoba melolosakan diri, gagal setelah Mat Bunglon berhasil membuatnya pingsan. Wati Cs berhasil meloloskan diri dari satpam museum, namun mereka ragu untuk memberikan patung yang mereka dapat ke Mat Bunglon dan Dul Bajing. Wati Cs mengakali patung dengan perangkap tikus untuk menukarnya dengan Rin Bombom.
Apakah Wati Cs dapat menyelamatkan Rin Bombom? Akankah Mat Bunglon dan Dul Bajing berhasil mendapatkan patung yang diinginkannya?
[sunting] Episode 46
Wati Cs beberapa kali mencoba mencari keberadaan sepatu butut Wati, namun gagal. Akhirnya Ustad Adi yang mengetahui hal itu mencoba mendatangi Wati dan menghibur Mpok Romlah yang merasa bersalah telah menghilangkan sepatu kesayangan anaknya. Ustad Adi berhasil memberikan Wati semangat dengan sepatu butut yang diberikannya.
Di pertandingan Wati Cs yang sempat mengalami kekalahan akhirnya dapat memenangkan pertandingan. Wati baru menyadari kalau Ustad Adi telah mengakali sepatu butut menyerupai sepatu butut milik Wati. Wati baru menyadari kesalahannya.
Wati Cs melihat warga kampung Bojong berduyun-duyun membawa perlengkapan renang dan sebagian membawa ternak mereka, mereka khawatir terjadi sesuatu diwilayah mereka.
[sunting] Episode 47
Wati Cs dan warga Bojong terlihat antusias dengan adanya kolam renang baru ditempat mereka. Semua warga terlihat norak dengan adanya kolam renang baru tersebut. Pemilik kolam pun kewalahan mengatur dan melarang warga yang menganggap kolam renang seperti sumur. Dikolam renang Bang Rojak sempat diisengi oleh Ceking dan Mat Gondrong dengan melepas celana yang digunakan oleh Bang Rojak, namun mereka terkena dampak keisengan mereka sendiri.
Ceking, Iwan dan Mat Gondrong tertarik mengikuti lomba untuk menyambut hari Ibu Kartini. Karena hanya perempuan yang dapat mengikuti Ceking, Iwan dan Mat Gondrong menyamar sebagai perempuan. Disetiap perlombaan mereka selalu menang hingga akhirnya mereka sempat mengakali pertandingan mirip wajah Ibu Kartini. Kecurigaan Ustad Adi dan Kong Ali muncul ketika Ceking, Iwan, dan Mat Gondrong terlihat penyamarannya.

0 Ulasan:
Catat Ulasan
Langgan Catat Ulasan [Atom]
<< Laman utama