Episode 3
Wati Cs sedih mereka kalah dalam pertandingan pertama, Ustad Adi berusaha menyemangati Tim-nya. Wati Cs berharap kehadiran Dina untuk menyemangati mereka. Dina berhasil mengakali ibunya dan pergi melihat pertandingan Wati Cs. Wati Cs bersemangat ketika mereka mulai kedatangan suporter yang dibawa oleh Dina. Kehadiran Nyak Romlah dan Cs-nya membuat Tim Wati Cs dapat menngimbangi skor.
Mantan pelatih Iwan merencanakan sesuatu untuk mengalahkan Tim Wati Cs. Setiap bola dikuasai oleh Wati Cs, mantan pelatih Iwan memberikan peringatan. Berkat tindakan Bang Rojak terhadap mantan pelatih Iwan, Wati Cs berhasil mengalahkan Tim Lawan.
Wati sekelas dengan tim sepak bolanya. Mereka kaget karena langsung menghadapi ujian. Akhirnya Wati Cs membuat contekan di kepala Wati, namun usaha mereka ketahuan oleh Ibu Marpaung yang kemudian memberi hukuman pada Wati Cs. Akhirnya Ustad Adi mengajarkan Wati Cs untuk berhasil dalam ujian ulangan. Apa yang dilakukan Ustad Adi tidak sia-sia karena Wati Cs berhasil medapatkan nilai bagus.
Ada gangguan yang tiba-tiba menimpa warga termasuk Mpok Siti akibat bola yang tiba-tiba datang entah dari mana dan membuat mereka menyangka semua ini ulah Wati. Wati kaget mendengar tudingan mereka, karena merasa tidak berbuat apa-apa.
[sunting] Episode 4
Wati hanya bisa menangis dimarahi semua orang, untunglah Ustad Adi datang membelanya. Ustad Adi mengumpulkan Wati Cs untuk mencari pelaku yang telah mencemarkan nama baik Wati di mata warga. Akhirnya Wati Cs melakukan penyelidikan dan melihat kalau mantan pelatih Iwan-lah pelakunya.
Mantan pelatih Iwan kaget karena aksinya ketahuan oleh warga, yang kemudian menghakiminya. Rimbi mengundang Wati Cs datang ke pesta ulang tahunnya yang dibuat oleh ibunya. Teman-teman Rimbi sempat mengusili badut-badut pesta, Tompel dan Cepot. Tanpa diketahui oleh orang tua Rimbi ternyata badut-badut itu berniat menculik Rimbi. Namun Badut-badut itu salah sasaran dengan menculik Mat Gondrong.
Mat Gondrong hanya bisa menangis dan Wati Cs juga kaget mengetahui kalau Mat Gondrong diculik. Penculik Mat Gondrong merasa kewalahan menyekapnya, sedangkan Wati Cs meminta bantuan Ustad Adi untuk mencari Mat Gondrong. Apa yang dikhawatirkan Wati Cs terhadap kondisi Mat Gondrong justru sebaliknya, penculik merasa kewalahan menghadapi Mat Gondrong yang doyan makan. Bahkan Mat Gondrong merasa senang karena kebutuhan semuanya disediakan oleh penculik.
Ustad Adi dan WAti Cs menelusuri kejadian awal hingga hilangnya Mat Gondrong, mereka mencurigai keberadaan Badut-badut yang tidak diundang oleh orang tua Rimbi. Tompel dan Cepot stress dengan ancaman Mat Gondrong yang tidak ingin dikembalikan ke orang tuanya dan meminta sejumlah barang. Wati Cs dan Ustad Adi yang sedang menelusuri tempat penyewaan kostum badut tidak berhasil mendapat informasi, namun Rin Bombom tanpa sengaja bertemu dengan Tompel salah satu badut yang pernah dilihatnya diacara pesta ulang tahun Rimbi.
[sunting] Episode 5
Wati Cs yang mengenali Tompel berhasil menangkapnya dan menanyakan tempat Mat Gundul disekap. Wati Cs dan Ustad Adi kaget melihat Mat Gundul menikmati penculikan dirinya. Ustad Adi mengingatkan Wati Cs tentang pertandingannya melawan Tim Pandawa. Tanpa disengaja WAti Cs ,elihat kemampuan yang ditunjukan oleh Tim Pandawa yang sedang bertanding.
Keputusasaan Wati menghadapi Tim Pandawa hilang karena semangat dari ibunya. Wati Cs mendapat dukungan penuh dari orang tua dan warga lain untuk bertanding melawan Tim Pandawa. Walau sempat grogi, namun karena semangat yang diberikan oleh Dina membuat mereka menjadi bersemangat. Wati yang sempat berpapasan dengan Tim Pandawa kaget, karena Yudhistira membela dirinya dari Bima.
Wati merasa gugup dalam pertandingan dan dia sering melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukannya. Yuhistira juga menegur Bima yang terlihat sombong dalam pertandingan. Iwan menyemangati Wati untuk bias bermain bagus, walaupun mereka sempat kalah di babak pertama.
Di pertandingan selanjutnya Wati Cs bermain dengan semangat dan dapat mengimbangi nilai. Namun di pertengahan pertandingan gerakan Arjuna sempat menghipnotis Wati Cs hingga gawang mereka kebobolan. Namun di detik terakhir pertandingan WAti Cs mencurahkan semua kemampuannya untuk bisa mengimbangi nilai Tim Pandawa.
[sunting] Episode 6
Bola yang ditendang Wati berhasil dihalau oleh Yudhistira, namun berkat Iwan bola kembali terarah ke gawang hingga nilai mereka imbang. Di perpanjangan waktu baik Wati Cs dan Tim Pandawa sama-sama mencurahkan kemampuannya. Pertahanan Wati yang hamper kebobolan dapat diredam oleh Rin Bombom yang ternyata memiliki kekuatan meredam kekuatan tendangan Yudhistira. Dan serangan balik yang dilakukan Wati tidak dapat dibendung oleh Tim Pandawa hingga akhirnya kemenangan ada pada Tim Wati Cs.
Ustad Adi sempat stress menghadapi warga yang berebut untuk bias diwawancarai. Diluar dugaan Wati Cs, ada kerbau marah melihat syal yang dikenakan oleh Mpok Siti berkat Wati Cs, Kerbau tersebut dapat dilumpuhkan. Wati Cs bangga karena semua warga mengelu-elukan mereka.
Ustad Adi mengingatkan Wati Cs untuk berlatih untuk menghadapi Tim kampong sebelah, namun Wati Cs masih merasa bangga dengan hasil yang mereka dapat. Dan disaat pertandingan dilakukan, mereka baru menyadari kekuatan Tim lawan yang di pimpin Dul. Tim Dul lebih tangguh dari Tim Wati Cs. Ustad Adi hanya tersenyum melihat Wati Cs kewalahan menghadapi ketinggalannya dari Tim Dul. Akhirnya kekalahan dialami oleh Tim WAti CS.
Ustad Adi mengingatkan Wati Cs akan kekuatan dan kelemahan yang harus dijaga. Wati Cs menyadari kesalahannya dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan mereka. Ustad Adi mengajarkan Wati Cs untuk berlatih bola dengan mata tertutup. Walaupun awalnya mengalami kegagalan, akhirnya Wati Cs dapat menguasai latihan yang diberikan oleh Ustad Adi. Wati Cs mengikuti turnamen dan Wati Cs kaget mengetahui lawan yang telah diketahuinya dan membuat mereka kalah telak. Tim Andromeda pimpinan Dul Koplo. WAti CS terlihat gugup melihat Tim Andromeda.
Wati Cs sedih mereka kalah dalam pertandingan pertama, Ustad Adi berusaha menyemangati Tim-nya. Wati Cs berharap kehadiran Dina untuk menyemangati mereka. Dina berhasil mengakali ibunya dan pergi melihat pertandingan Wati Cs. Wati Cs bersemangat ketika mereka mulai kedatangan suporter yang dibawa oleh Dina. Kehadiran Nyak Romlah dan Cs-nya membuat Tim Wati Cs dapat menngimbangi skor.
Mantan pelatih Iwan merencanakan sesuatu untuk mengalahkan Tim Wati Cs. Setiap bola dikuasai oleh Wati Cs, mantan pelatih Iwan memberikan peringatan. Berkat tindakan Bang Rojak terhadap mantan pelatih Iwan, Wati Cs berhasil mengalahkan Tim Lawan.
Wati sekelas dengan tim sepak bolanya. Mereka kaget karena langsung menghadapi ujian. Akhirnya Wati Cs membuat contekan di kepala Wati, namun usaha mereka ketahuan oleh Ibu Marpaung yang kemudian memberi hukuman pada Wati Cs. Akhirnya Ustad Adi mengajarkan Wati Cs untuk berhasil dalam ujian ulangan. Apa yang dilakukan Ustad Adi tidak sia-sia karena Wati Cs berhasil medapatkan nilai bagus.
Ada gangguan yang tiba-tiba menimpa warga termasuk Mpok Siti akibat bola yang tiba-tiba datang entah dari mana dan membuat mereka menyangka semua ini ulah Wati. Wati kaget mendengar tudingan mereka, karena merasa tidak berbuat apa-apa.
[sunting] Episode 4
Wati hanya bisa menangis dimarahi semua orang, untunglah Ustad Adi datang membelanya. Ustad Adi mengumpulkan Wati Cs untuk mencari pelaku yang telah mencemarkan nama baik Wati di mata warga. Akhirnya Wati Cs melakukan penyelidikan dan melihat kalau mantan pelatih Iwan-lah pelakunya.
Mantan pelatih Iwan kaget karena aksinya ketahuan oleh warga, yang kemudian menghakiminya. Rimbi mengundang Wati Cs datang ke pesta ulang tahunnya yang dibuat oleh ibunya. Teman-teman Rimbi sempat mengusili badut-badut pesta, Tompel dan Cepot. Tanpa diketahui oleh orang tua Rimbi ternyata badut-badut itu berniat menculik Rimbi. Namun Badut-badut itu salah sasaran dengan menculik Mat Gondrong.
Mat Gondrong hanya bisa menangis dan Wati Cs juga kaget mengetahui kalau Mat Gondrong diculik. Penculik Mat Gondrong merasa kewalahan menyekapnya, sedangkan Wati Cs meminta bantuan Ustad Adi untuk mencari Mat Gondrong. Apa yang dikhawatirkan Wati Cs terhadap kondisi Mat Gondrong justru sebaliknya, penculik merasa kewalahan menghadapi Mat Gondrong yang doyan makan. Bahkan Mat Gondrong merasa senang karena kebutuhan semuanya disediakan oleh penculik.
Ustad Adi dan WAti Cs menelusuri kejadian awal hingga hilangnya Mat Gondrong, mereka mencurigai keberadaan Badut-badut yang tidak diundang oleh orang tua Rimbi. Tompel dan Cepot stress dengan ancaman Mat Gondrong yang tidak ingin dikembalikan ke orang tuanya dan meminta sejumlah barang. Wati Cs dan Ustad Adi yang sedang menelusuri tempat penyewaan kostum badut tidak berhasil mendapat informasi, namun Rin Bombom tanpa sengaja bertemu dengan Tompel salah satu badut yang pernah dilihatnya diacara pesta ulang tahun Rimbi.
[sunting] Episode 5
Wati Cs yang mengenali Tompel berhasil menangkapnya dan menanyakan tempat Mat Gundul disekap. Wati Cs dan Ustad Adi kaget melihat Mat Gundul menikmati penculikan dirinya. Ustad Adi mengingatkan Wati Cs tentang pertandingannya melawan Tim Pandawa. Tanpa disengaja WAti Cs ,elihat kemampuan yang ditunjukan oleh Tim Pandawa yang sedang bertanding.
Keputusasaan Wati menghadapi Tim Pandawa hilang karena semangat dari ibunya. Wati Cs mendapat dukungan penuh dari orang tua dan warga lain untuk bertanding melawan Tim Pandawa. Walau sempat grogi, namun karena semangat yang diberikan oleh Dina membuat mereka menjadi bersemangat. Wati yang sempat berpapasan dengan Tim Pandawa kaget, karena Yudhistira membela dirinya dari Bima.
Wati merasa gugup dalam pertandingan dan dia sering melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukannya. Yuhistira juga menegur Bima yang terlihat sombong dalam pertandingan. Iwan menyemangati Wati untuk bias bermain bagus, walaupun mereka sempat kalah di babak pertama.
Di pertandingan selanjutnya Wati Cs bermain dengan semangat dan dapat mengimbangi nilai. Namun di pertengahan pertandingan gerakan Arjuna sempat menghipnotis Wati Cs hingga gawang mereka kebobolan. Namun di detik terakhir pertandingan WAti Cs mencurahkan semua kemampuannya untuk bisa mengimbangi nilai Tim Pandawa.
[sunting] Episode 6
Bola yang ditendang Wati berhasil dihalau oleh Yudhistira, namun berkat Iwan bola kembali terarah ke gawang hingga nilai mereka imbang. Di perpanjangan waktu baik Wati Cs dan Tim Pandawa sama-sama mencurahkan kemampuannya. Pertahanan Wati yang hamper kebobolan dapat diredam oleh Rin Bombom yang ternyata memiliki kekuatan meredam kekuatan tendangan Yudhistira. Dan serangan balik yang dilakukan Wati tidak dapat dibendung oleh Tim Pandawa hingga akhirnya kemenangan ada pada Tim Wati Cs.
Ustad Adi sempat stress menghadapi warga yang berebut untuk bias diwawancarai. Diluar dugaan Wati Cs, ada kerbau marah melihat syal yang dikenakan oleh Mpok Siti berkat Wati Cs, Kerbau tersebut dapat dilumpuhkan. Wati Cs bangga karena semua warga mengelu-elukan mereka.
Ustad Adi mengingatkan Wati Cs untuk berlatih untuk menghadapi Tim kampong sebelah, namun Wati Cs masih merasa bangga dengan hasil yang mereka dapat. Dan disaat pertandingan dilakukan, mereka baru menyadari kekuatan Tim lawan yang di pimpin Dul. Tim Dul lebih tangguh dari Tim Wati Cs. Ustad Adi hanya tersenyum melihat Wati Cs kewalahan menghadapi ketinggalannya dari Tim Dul. Akhirnya kekalahan dialami oleh Tim WAti CS.
Ustad Adi mengingatkan Wati Cs akan kekuatan dan kelemahan yang harus dijaga. Wati Cs menyadari kesalahannya dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan mereka. Ustad Adi mengajarkan Wati Cs untuk berlatih bola dengan mata tertutup. Walaupun awalnya mengalami kegagalan, akhirnya Wati Cs dapat menguasai latihan yang diberikan oleh Ustad Adi. Wati Cs mengikuti turnamen dan Wati Cs kaget mengetahui lawan yang telah diketahuinya dan membuat mereka kalah telak. Tim Andromeda pimpinan Dul Koplo. WAti CS terlihat gugup melihat Tim Andromeda.

0 Ulasan:
Catat Ulasan
Langgan Catat Ulasan [Atom]
<< Laman utama