Khamis, 13 Ogos 2009

Episode 7
Wati CS yang merasa telah berlatih baik beranggapan mampu menghadapi Tim Andromeda, namun diluar dugaan mereka ternyata Tim Andromeda tahu taktik yang digunakan Wati Cs. Apa yang dipelajari oleh Wati Cs tidak merubah penampilan mereka dan Tim Andromeda berhasil mengecoh Wati Cs dengan taktik barunya.

Merasa ketinggalan angka Wati CS sempat putus asa, namun Ustad Adi mengakali Wati CS untuk dapat menggunakan instingnya dengan baik. Berbekal kaca mata hitam Wati Cs melanjutkan pertandingan. Akhirnya Wati Cs dapat menyusul angka, bahkan memenangkan pertandingan.

Kampung Wati dihebohkan oleh orang yang mencuri di kampung mereka dan sempat membuat Ustad Adi kesal terlebih melihat surat dari sang maling yang memperkenalkan diri sebagai maling kondang. Beberapa warga telah kehilangan sejumlah barang-barangnya.

WArga kampung meminta Bang Rojak untuk memperketat penjagaan. MAling Kondang juga mengambil barang kesayangan Wati, akhirnya teman-teman Wati berniat menangkap maling kondang dan mendapatkan kembali barang kesayangan Wati.

Mereka memancing kedatangan maling dengan sandal baru milik Ceking, namun mereka lengah hingga akhirnya sandal dapat diambil oleh maling kondang. Wati Cs mengejar maling yang berlari kearah rumah kosong. WAti Cs terpancing untuk memasuki rumah kosong namun diluar dugaan mereka rumah tersebut terkunci dari luar.


[sunting] Episode 8
Wati Cs terkurung dalam rumah kosong tersebut, untunglah tanpa sengaja Bang Rojak berhasil menemukan Wati Cs. Wati Cs sedih tidak diperbolehan mencari keberadaan Maling Kondang oleh Bang Rojak. Tanpa diduga Wati Cs ada tim tak dikenal menantang Tim Wati Cs untuk bertanding bola didekat rumah tua. Wati Cs ingin menyelidiki orang yang menantangi tim mereka. Wati Cs berhasil meringkus Dul Kemplo yang berusaha menakut-nakuti mereka, namun Dul Kemplo bukanlah orang yang mengirimkan mereka surat tantangan tersebut. Wati Cs menemukan tempat penampungan hasil kejahatan maling kondang di rumah tua, namun mereka terjebak oleh komplotan Maling Kondang. Wati Cs membuat rencana untuk dapat membebaskan diri dari sekapan Maling Kondang. Wati Cs dapat meloloskan diri bahkan Maling kondang Cs berhasil diringkus mereka. Tertangkapnya Maling Kondang membuat nama Wati Cs jadi terkenal.

Mpok Siti dan Romlah bersaing dan saling cari perhatian di depan Ustad Adi, namun Ustad Adi tidak menanggapi keduanya. Wati dititipi surat oleh Bang Rojak, namun Wati kaget dan terlihat khawatir setelah diam-diam membaca isi surat tersebut.


[sunting] Episode 9
Wati Cs senang mendengar mereka akan di shooting karena berhasil menangkap Maling Kondang. Wati membayangkan bertemu dengan Ronaldo dan mendapat semangat darinya. Rin Bombom dan Mat Gondrong memanfaatkan semua makanan yang tersedia hingga habis.

Sutradara dan Astrada yang awalnya putus asa untuk menjalani shooting, menjadi lega ketika Wati Cs mengeluarkan kemampuannya secara alami. Romlah datang ke lokasi shooting dan terkejut bertemu dengan artis idolanya. Romlah merasa tersanjung dengan pujian artis idolanya. Romlah dan Mpok Siti bersaing untuk mendapat peran, akhirnya Romlah berhasil mendapatkan peran setelah keduanya di casting.

Romlah membayangkan dirrnya menjadi artis dan berniat untuk pindah rumah, hal ini menjadi beban bagi Wati dan Iwan karena harus meninggalkan Tim sepakbolanya. Diluar dugaan Iwan dan Wati, Romlah menggagalkan dirinya untuk menjadi artis. Wati Cs dan Ustad Adi membagikan rezekinya untuk anak panti asuhan. Dipanti asuhan Wati Cs mendapat tantangan untuk bertanding dengan anak-anak panti. Ternyata salah satu anak perempuan yang menyamar dengan penampilan laki-laki memeiliki kemampuan yang luar biasa. Malam hari, ceking dikagetkan oleh suara gaduh dari luar rumahnya, dan dia kaget melihat apa yang ditemuinya diluar rumahnya.


[sunting] Episode 10
Ceking kaget menyangka Rin Bombom adalah maling. Dan Ceking kaget karena Rin Bombom yang pergi dari rumahnya.Ceking kewalahan dengan kehadiran Rin Bombom di rumahnya.

Wati Cs mencoba untuk mengingatkan kalau tindakan Rin Bombom salah dengan pergi dari rumahnya. Namun teguran mereka justru membuat Rin Bombom Kesal dan tidak ingin bermain bola lagi. Di pertandingan Rin Bombom kesal dan ingin mencari perhatian penonton, namun tindakannya justru gawangnya kebobolan. Rin Bombom yang kecewa akhirnya didekati oleh Tim Buldozer, lawan main Tim Wati Cs.

Karena rayuan Tim Buldozer, Rin Bombom merasa tersanjung dan mau mengikuti keinginan mereka. Walaupun ibunya telah memberikan arahan, Rin Bombom tetap bergabung dengan Tim Buldozer. Kekecewaan terlihat diwajah Wati Cs, apalagi permainan Tim Buldozer kasar. Disatu kesempatan Wati berhasil membawa bola ke gawang Rin Bombom, namun dia ragu untuk menendang bola ke gawang Rin Bombom.


[sunting] Episode 11
Langkah Wati untuk memasukkan bola ke gawang Rin Bombom dapat dihalau Rin Bombom. Wati merasa kecewa karena tidak berhasil bahkan ketika Rin Bombom menghina dirinya. Wati Cs sempat diingatkan oleh Ustad Adi untuk tetap memenangkan pertandingan. Dan Rin Bombom mendengar semua pembicaraan Wati Cs dengan Ustad Adi yang masih menyayangi dirinya.

Rin bombom yang menyadari kesalahannya mencoba menyemangati kmebali Wati Cs, namun Komeng tidak menyukai tindakan Rin Bombom. Dengan usaha keras Wati CS berhasil memasukkan bola ke gawang Rin BomBom. Komeng Cs sangat mengandalkan Rin Bombom untuk memenangkan pertandingan. NAmun usaha keras Wati Cs tidak sia-sia setelah mereka berhasil mengelahkan Komeng Cs dengan keahlian mereka.

Wati Cs memberi pelajaran pada Komeng yang memarahi Rin Bombom. Ceking kaget dengan persiapan pesta sunatan yang dibuat oleh ibunya. Ceking merasa belum siap dan ketakutan menghadapi sunat tersebut. Ustad Adi dan Iwan membantu Ibu Ceking untuk merayu Ceking agar mau disunat.

Melihat mantra sunat mirip dengan orang seram yang ada dalam bayangannya membuat Ceking melarikan diri, tidak mau disunat. Berkat Ustad Adi yang mengakali Ceking. Akhirnya Ceking berhasil disunat tanpa Ceking sadari. Wati Cs kedatangan Tim sekolah Excel yang semua anggotanya anak-anak Bule. Dan Wati Cs sempat kaget dengan kekuatan tendangan dari salah satu anggota Tim Excel yang sempat membuat jala gawang rusak.


[sunting] Episode 12
Ketika Wati Cs menguji ketangkasan Ricky Cs, ternyata Tim sekolah Excel memiliki taktik yang terarah bahkan sempat membuat Ceking tak terkontrol larinya, hal ini membuat Wati Cs kewalahan. Wati Cs sempat mendengar teman-teman sekolah mereka pesimis, Wati Cs meminta saran Ustad Adi untuk menghadapi Tim sekolah Excel.

Baik Wati maupun Dina sempat kesal dengan kegenitan ibunya yang ingin menemui pelatih Tim sekolah Excel. Di tiap pertandingan yang diadakan Tim sekolah Excel dapat mengalahkan dengan mudah Tim sekolah Wati. Ketika semangat Tim sekolah Wati menurun, Wati kembali menyemangati ketika pertandingan puncak adalah sepakbola. Semangat teman-teman Wati membuat Wati Cs lebih bersemangat.

Di pertandingan Tim sekolah Excel sempat menguasai pertandingan dengan kekuatan yang dimiliki Joe yang dapat menghentikan waktu. Namun berkat semangat dari Ustad Adi, Wati Cs dapat menguasai pertandingan dan tidak dikuasai oleh Ricky Cs. Bahkan ketika menit terakhir pertandingan kedua, Wati yang sempat mengalami cidera memaksakan dirinya untuk melakukan tendangan bebas.


[sunting] Episode 13
Wati mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan tendangan bebas, dan akhirnyaberhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Ricky Cs yang sudah kehabisan tenaga merasa kewalahan menghadapi serangan Wati Cs yang semangat dan berhasil memenangkan pertandingan. Melihat perhatian Romlah. Wati Cs ingin memberikan sesuatu dihari ulang tahunnya. Wati Cs berusaha mengumpulkan uang untuk membeli hadiah,bahkan sampai mereka bekerja di proyek bangunan. Kepala proyek yang awalnya meremehkan Wati Cs kaget ketika Wati Cs membuktikan keahlian dan kekuatan mereka. Kerja keras Wati Cs membuahkan hasil yang cukup lumayan untuk mereka membeli hadiah untuk Romlah.

Namun ditengah jalan mereka bertemu seorang pengemis dan Wati Cs tidak tega hingga akhirnya memutuskan memberikan semua uang yang mereka punya. Ustad Adi terenyuh melihat sikap baik Wati Cs dan diam-diam membelikan kue untuk ulang tahun Romlah. Romlah merasa senang karena semua mengingat ulang tahunnya. Bahkan pengemis yang ditolong oleh Wati Cs pun datang dengan membawa hadiah sebuah mesin cuci. Ternyata nenek tersebut adalah orang kaya yang ingin membuktikan pada cucunya kalau masih ada orang baik didunia ini.

Disaat Wati Cs latihan, bola mereka masuk kedaerah larangan. Mereka tidak berani untuk masuk, dan Wati Cs akhirnya menyuruh Mat Gondrong untuk mau mengambil bola. Disaat akan mengambil bola itu Mat Gondrong kaget dengan sesuatu yang berada disemak-semak.


[sunting] Episode 14
Ternyata Mat Gondrong dikejar seekor kambing, kambing itu terus mengejar dan menyerang Mat Gondrong yang ketakutan bahkan sempat pingsan karena pantatnya disruduk kambing. Wati Cs ikut dalam persami disekolah. Wati Cs kaget karena Ustad Adi menjadi pembina mereka. Mereka berharap lebih leluasa dengan mengenal Ustad Adi. Ternyata Ustad Adi tidak membedakan siapapun dan memberikan hukuman pada Wati Cs walaupun telah dikenalnya.

Tanpa diketahui peserta Persami terjadi pencurian lukisan, dan para penjahat itu menyimpan lukisa didekat lokasi perkemahan. Selalu menerima hukuman Wati Cs sempat kesal dengan Ustad Adi. Tanpa sengaja WAti Cs menemukan tanda barang yang dicuri oleh para pencuri. Mpok Siti dan Mpok Romlah yang ingin melihat kegiatan anak-anak mereka kesal melihat tingkah teman Ustad Adi, Ibu Inem, yang terlihat genit.

Wati Cs menemukan lukisan yang dikubur oleh para pen curi, Gembol dan Gembul. Namun tindakan Wati Cs diketahui oleh Gembol dan Gembul, yang kemudian mengejar mereka. Wati Cs baru menyadari kalau mereka telah menemukan lukisan yang diambil oleh para pencuri dari Museum. Wati Cs membuat beberapa jebakan untuk dapat meringkus Gembol dan Gembul. Ustad Adi khawatir karena Wati belum kembali ke tendanya. Akhirnya Wati Cs dapat meringkus Gembol dan Gembul. Namun disaat mereka ingin menggiring Gembol dan Gembul, Mat Gondrong terdorong dan terperosok ke dalam jurang.


[sunting] Episode 15
Wati Cs lengah karena berusaha menolong Mat Gondrong, hingga Gembol dan Gembul. Kehadiran Ustad Adi akhirnya dapat menyelamatkan Mat Gondrong. Wati Cs dan Ustad Adi berusaha mencari Gembol dan Gembul yang ternyata terjebak oleh jebakan yang mereka buat.

Mereka berharap Ustad Adi akan memberikan hadiah istimewa pada mereka, namun kenyataan hukuman yang mereka terima. Wati Cs merasa bosan dengan perhatian yang diberikan orang tua mereka. Mereka berniat mencari cara agar hidup mereka tidak membosankan setiap paginya. Mereka berniat untuk menukar posisi mereka dan juga bertukaran ibu masing-masing.


[sunting] Episode 16
Terjadi perselisihan antara Mpok Siti dan Mpok Romlah, yang kemudian dilerai oleh Ustad Adi. Baik Mok Siti dan Mpok Romlah mempersiapkan diri untuk berlomba dalam joget dangdut. Mat Gondrong dan Ceking yang baru kali pertama ke Mall, terlihat norak. Bahkan mereka takut untuk naik Lift.

Sedangkan Rin Bombom terpancing untuk merasakan makanan disalah satu counter makanan tanpa sepengetahuan Wati, Iwan dan Rimbi. Mat Gondrong dan Ceking masih dikejar satpam Mal karena telah merusak salah satu counter. Ceking dan Mat Godrong sibuk menghadapi masalah yang mereka hadapi, bahkan ketika datang Mpok Siti dan Dina.

Mpok Romlah bertemu dengan seorang pria bernama Agus dan sempat membuatnya terpana. Namun lamunan Romlah hilang ketika dia dipanggil pihak keamanan. Kedatangan Agus membebaskan Rin Bombom, Ceking dan Mat Gondrong dari tuntutan pihak Mall. Bahkan Romlah merasa tersanjung ketika Agus memberikan pakaian yang sempat dilihatnya. Wati terlihat tidak suka melihat keakraban Agus dengan Romlah.

Mpok Siti dan Mpok Romlah sempat kesal ketika melihat pakaian mereka model dan warnanya sama. Dipertandingan persaingan ketat antara Mpok Siti dan Mpok Romlah membuat acara pertunjukkan hamper berantakan kalau saja Ustad Adi tidak kembali melerai.

Wati masih terlihat sedih memikirkan hubungan Agus dengan ibunya, bahkan sempat memarahi teman-temannya karena menyinggung nama Agus. Kekesalan Wati memuncak ketika melihat kehadiran Agus dirumahnya. Wati Cs merasakan kesedihan hati Wati dan berusaha untuk membantu Wati untuk menjauhi Agus dengan ibunya.


[sunting] Episode 17
Wati Cs membuat kejutan dan membuat Agus dan Romlah sempak kaget, bahkan Wati Cs mendapat bantuan Bang Rijak yang menyamar menjadi Waria. Bang Rojak yang ingin membantu Wati Cs dipukuli oleh Mpok Siti yang merasa pakaiannya telah diambil oleh Bang Rojak. Akhirnya salah satu rencana Mat Gondrong berhasil mempermalukan Agus di depan Romlah. Romlah baru tahu apa yang dilakukan oleh Wati Cs terhadap Agus.

Ceking terkena ulahnya sendiri dengan lem yang digunakannya hingga menempel dengan Rin Bombom. Hingga akhirnya Ustad Adi mengetahui hal itu dan memberikan saran pada Wati Cs. Ucapan Ustad Adi membuat Wati merasa bersalah dan berharap bisa mengungkapkan perasaannya kepada ibunya.

Romlah tidak kuasa menolak keinginan Wati yang bersedia memiliki pengganti ayahnya. Namun setelah bertemu Agus justru Romlah menolak lamaran Agus, hal ini membuat Wati Cs gembira.

Mat Gondrong merasa dirinya mengalami hari yang sial, hal itu terlihat ketika tanpa sengaja dia membuat semua orang mengalami rentetan kesialan yang dibuatnya. Wati Cs menolong seorang wanita korban penjambretan. Ceking berhasil meringkus salah satu penjambret, namun Mat Gondrong mengalami kesialannya kembali disaat akan meringkus penjambret lainnya. Ternyata wanita yang dijambret adalah seorang peramal dan sempat mengingatkan Mat Gondrong tentang kesialannya. Mat Gondrong sempat meremehkan peringatan tersebut, hingga sebuah becak yang melaju kencang brjalan kearahnya.


[sunting] Episode 18
Mat Gondrong tertabrak becak dan mengambil alih kemudi becak sedangkan tukang becak menjadi penumpang. Mat Gondrong tidak dapat menguasai kendaraannya dan membuat masalah diberbagai tempat. Wati Cs tidak tega melihat Mat Gondrong didakwa karena ketidaksengajaannya orang-orang. Mengetahui penjelasan Wati Cs akhirnya mereka justru tertarik untuk diramal. Mpok Romlah dan Mpok Siti yang diramal merasa senang akan bertemu jodoh mereka, namun berbeda dengan Bang Rojak yang sedih karena diramal akan meninggal lebih cepat. Mpok Romlah dan Mpok Siti kaget dengan kehadiran Bang Rojak ditempat yang ditunjuk sang peramal. Bang Rojak yang merasa ramalan dirinya benar memutuskan untuk melawan seekor kerbau. Mengetahui ramalan tersebut salah, Bang Rojak ingin membatalkan niatnya, namun kerbau itu sudah terlanjur mengamuk mengerjarnya. Untunglah Wati Cs dapat mengatasi kerbau tersebut.

Wati Cs yang bosan dengan pelajaran yang dibawakan Bu Inem mencoba mengakali, namun mereka akhirnya ketahuan dan menerima hukuman. Wati Cs menggunakan kekuatan mereka untuk menyelesaikan hukuman secepatnya. Selesai mnyelesaikan hukuman, Ceking dan Mat Gondrong asyik bermain bola, bola menghantam kaca ruang kepala sekolah dan piala-piala yang tersimpan didalamnya.

0 Ulasan:

Catat Ulasan

Langgan Catat Ulasan [Atom]

<< Laman utama