Episode 48
Ceking dan Mat Gondrong mendapat mimpi buruk setelah membaca sebuah buku cerita. Awalnya rekan-rekan Ceking dan Mat Gondrong menganggap remeh isi buku cerita yang mereka baca. Ketika mereka mengumpulkan daun-daun di hutan untuk tugas mereka, dan tanpa sengaja Rin Bombom menemukan sebuah pohon yang berbuah aneh. Mat Gondrong yang ingin mencoba buah tersebut karena ada suara yang melarangnya. Mereka tidak menyadari kalau ada liliput yang melarang mereka untuk memakan buah tersebut.
Karena panik Wati Cs memutuskan untuk kembali kerumah Wati. Di rumah Wati Mat Gondrong mencoba buah yang didapatnya, merasa penasaran teman-teman Mat Gondrong juga mencoba buah tersebut. Diluar dugaan, akibat memakan buah tersebut tubuh Wati Cs menjadi kecil. Iwan dan Mpok Romlah tidak mengetahui apa yang dialami oleh Wati Cs.
Wati Cs berupaya mengelabui dan menjebak kucing yang mengejar mereka. Setelah berhasil menghindar dari kejaran kucing Wati Cs berupaya untuk dapat menarik perhatian Mpok Romlah dan Iwan, usaha mereka tidak sia-sia karena Mpok Romlah dan Iwan melihat keberadaan mereka. Mpok Romlah sempat kaget dan pingsan melihat kondisi Wati Cs.
Wati Cs meminta bantuan Iwan untuk mau mengantar mereka ke tempat mereka menemukan buah kisut di hutan. Di tempat buah tersebut Wati Cs kembali bertemu liliput dan meminta pertolongannya. Wati Cs disuruh mendayangi dan memakan buah bongsor. Liliput mengingatkan Wati Cs untuk tidak berlebihan mengambil buah tersebut. Namun apa yang diingatkan Liliput dilangga oleh Ceking dan Mat Gondrong. Mereka berdua akhirnya tetap dalam kondisi tubuh kecil, berbeda dengan Wati, Rin Bombom dan Rimbi.
[sunting] Episode 49
Wati, Rimbi, dan Rin Bombom menerima tantangan Ceking, Iwan dan Mat gondrong untuk membuktikan yang terkuat lelaki atau perempuan. Namun baru sekali mereka bertanding tim lelaki khususnya Mat Gondrong telah membuat ulah dengan merusak semua yang dilalui oleh bola tendangannya. Karena takut Ceking, Iwan dan Mat Gondrong kabur dan memasuki sebuah rumah angker.
Mereka sempat ketakutan, namun mereka takut dimarahi warga. Mereka bertiga sangat ketakutan ketika melihat tiga sosok hantu, namun ternyata Wati, Rimbi dan Rin Bombom yang menakut-nakuti mereka. Namun Ceking, Mat Gondrong dan Iwan justru menantang Wati, Rimbi dan Rin Bombom untuk menginap semalam dirumah hantu tersebut, karena mereka ingin membuktikan kalau mereka tidak takut oleh hantu. Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang mengawasi mereka dari sebuah kamar.
[sunting] Episode 50
Ceking dan Mat Gondrong berupaya membantu Bang Rojak untuk mendekati Mpok Romlah. Mereka bersandiwara agar Bang Rojak terlihat sebagai pahlawan dimata Mpok Romlah. Diluar dugaan mereka, Mpok Romlah benar-benar dijambret oleh tiga orang penjahat yang mengaku Tiga Macan Garong. Wati kaget karena Ceking dan Mat Gondrong sama sekali tidak mau membantu ibunya yang dalam kesulitan. Bang Rojak yang tidak menyangka kejadian itu menyangka Ceking dan Mat Gondrong telah beraksi. Bang Rojak yang ingin meringkus para penjahat malah berhasil dilumpuhkan oleh para penjahat.
Wati Cs kewalahan ketika berusaha untuk meringkus para penjahat yang memiliki kemampuan untuk menghadapi serangan mereka. Namun Wati Cs yang hampir menyerah teringat pesan Ustad Adi yang kembali menyemangati mereka. Akhirnya Wati Cs kembali melakukan perlawanan untuk meringkus ketiga penjambret itu.
[sunting] Episode 51
Kehadiran Ustad Adi sangat membantu Wati Cs untuk meringkus para penjambret. Wati mengungkapkan kegembiraannya ke poster Ronaldo karena telah mengalahkan para penjambret. Mat Gondrong dan Ceking mendatangi Bang Rojak untuk membantunya mendekati Mpok Romlah, namun Bang Rojak menolaknya. Tapi ketika melihat adik Mpok Siti yang bernama Zubaedah pemikiran Bang Rojak untuk mencari pasangan timbul kembali. Hal ini dimanfaatkan Ceking dan Mat Gondrong untuk mendapat tips dari Bang Rojak. Ceking dan Mat Gondrong yang gagal menjadi kurir surat bagi Bang Rojak, mengakali dengan membuat surat balasan untuk Bang Rojak. Bang Rojak tidak sadar kalau Ceking dan Mat Gondrong telah mempermainkannya. Dan ketika dia menitipkan beberapa kado dan sepucuk surat pada Ceking dan Mat Gondrong, Wati Cs mencurigai tingkah laku mereka. Setelah mengetahui apa yang dilakukan Ceking dan Mat Gondrong pada Bang Rojak, mereka ingin mengerjai keduanya.
Ceking dan Mat Gondrong kewalahan ketika tahu Bang Rojak ingin bertemu dengan Zubaedah. Ceking dan Mat Gondrong menyamar sebagai Zubaedah, Wati Cs akhirnya menolong Bang Rojak dengan menahan kepergian Ceking dan Mat Gondrong. Ceking dan Mat Gondrong dengan terpaksa memenuhi kemauan Wati Cs dan terakhir mereka takut ketika Wati Cs juga mengundang Ustad Adi. Ceking yang coba mengalihkan untuk dapat menggagalkan rencana Wati Cs.
[sunting] Episode 52
Wati Cs yang sedang membicarakan Rin Bombom yang sedang liburan kaget oleh ulah beberapa orang dewasa yang terlihat mengancam seorang lelaki berpakaian perlente. Mengetahui lelaki perlente itu terancam, Wati Cs mencoba untuk membantunya. Wati Cs dengan kemampuannya mengatasi serangan dari lelaki yang mengejar lelaki perlente dan mengalahkannya.
Di luar dugaan salah satu lelaki kekar berhasil meringkus Iwan dan menyanderanya. Namun berkat kerjasama Iwan dan Wati, penjahat yang menyandera Iwan dapat dilumpuhkan. Lelaki perlente yang ditolong Wati Cs memberikan hadiah berupa voucher menginap gratis di hotel-nya. Wati Cs memberitahukan Mpok Romlah yang kebetulan sedang berkumpul bersama Ustad Adi, Kong Ali, Bang Rojak dan Mpok Siti.
Seorang Bell Boy sempat dipukuli rombongan Wati Cs yang menyangkanya ingin mengambil tas mereka. Ceking dan Mat Gondrong sempat berselisih dengan Lani, anak ibu gendut yang menjadi tamu hotel itu. Ceking dan Mat Gondrong melihat monyet yang usil terhadap Ustad Adi, Bang Rojak dan Kong Ali, namun mereka yang ingin memberitahu justru dimarahi oleh Ustad Adi.
[sunting] Episode 53
Tanpa sepengetahuan semua orang, monyet keluar dari tas lani dan keluar dari lift. Ceking danMat Gondrong yang ditinggal oleh rombongan melihat monyet itu dan mencoba untuk menangkapnya. Monyet beberapa kali menjahili lift hingga rombongan Wati Cs bingung dengan lift yang berhenti tanpa ada orangnya. Kembali Ceking dan Mat Gondrong melihat keberadaan monyet milik Lani dan berusaha menangkapnya. Terjadi keributan pada tamu hotel karena ulah monyet yang memasuki restoran. Ceking dan Mat Gondrong terkurung dalam mesin laundry yang telah ditutup oleh monyet yang mereka kejar. Ceking dan Mat Gondrong yang penasaran kembali mengejar monyet Lani, kali iini ketiganya terkurung dalam ruang pendingin. Ceking dan Mat Gondrong yang awalnya senang dapat menjebak monyet, akhirnya iba melihat monyet yang terlihat lemas kedinginan.
Setelah bebas justru Ceking dan Mat Gondrong disidang karena telah membuat beberapa kerusuhan di hotel oleh rombongan Wati Cs. Tanpa sepengetahuan rombongan Wati Cs Ibu gendut menyuruh anaknya, Lani melepaskan Komeng, monyet mereka untuk mengambil dompet para tamu dan menaruh dompet-dompet kosong di bawah meja rombongan Wati Cs. Rombongan Wati Cs mendapat tuduhan dari para tamu, namun berkat monyet yang menunjukkan siapa biang keladi semua itu akhirnya Rombongan Wati Cs bisa bernafas lega.
[sunting] Episode 55
Bang Rojak yang mencuri listrik untuk TV-nya, membuat beberapa anak-anak kampung terancam jiwanya ketika kabel tersebut lepas. Kehadiran Wati Cs dapat menyelamatkan anak-anak kampung namun Wati Cs terkena setrum, untunglah Ustad Adi datang tepat waktu menyelamatkan Wati Cs. Terjadi keanehan terhadap Wati Cs setelah mereka kesetrum, kekuatan mereka semua tertukar, Ceking memiliki kemampuan Mat Gondrong begitpula sebaliknya. Kekuatan Wati ada pada Rin Bombom sedangkan kekuatan Rin Bombom ada pada Rimbi, sedangkan Wati memiliki kemampuan Rimbi.
Ustad Adi hanya bisa terpaku melihat dan mendengar keluhan Wati Cs tentang kekuatan mereka yang telah tertukar. Dan saat latihan Ustad Adi bingung karena melihat latihan Wati Cs jadi berantakan. Wati Cs mendapat nasehat agar mereka yakin akan keyakinan mereka sendiri tanpa terpengaruh dengan kekuatan yang pernah ada pada mereka.
Saat menghadapi pertandingan Wati Cs kembali gelisah terlebih melihat tim lawan mereka yang kompak. Terjadi kekacauan diawal pertandingan hingga Wati Cs kehilangan beberapa angka. Setelah mendengar nasehat dari Ustad Adi, Wati Cs mulai bersemangat dan mulai kompak dalam pertandingan babak selanjutnya hingga mereka dapat mengimbangi perolehan angka, bahkan mendapat nilai tertinggi. Ketika mereka ingin toss kompak, Bang Rojak dan Kong Ali menyiram Wati Cs dengan seember air hingga mereka mengeluarkan aliran listrik yang membuat mereka kejang-kenjang.
[sunting] Episode 56
Bang Rojak, Ceking dan Mat Gondrong mengadakan nonton bareng acara KDI Show. Bang Rojak ingin mengambil hati Mpok Romlah, namun diluar dugaan Mpok Romlah memanfaatkan kebaikan Bang Rojak. Warga mulai kesal ketika mengetahui TV yang mereka tonton ukurannya kecil, dan warga harus mengeluarkan sejumlah uang lagi untuk menyewa kaca pembesar yang disiapkan Ceking dan Mat Gondrong. Kehadiran Ustad Adi dan Kong Ali membuat warga bubar karena adanya pengumuman audisi KDI cilik di kampung mereka membuat Wati Cs ingin ikut serta. Orang tua Wati Cs mencoba melatih Wati Cs untuk bisa menyanyi. Mat Gondrong meminta bantuan Bang Rojak untuk dapat mengikuti audisi KDI Cilik, begitupula dengan Ceking yang meminta kesediaan Mpok Siti untuk mendampinginya. Beberapa peserta audisi membuat juri bingung karena tingkah laku mereka saat audisi.
Di audisi KDI cilik lanjutan, warga yang malu-malu mencoba mendekati kamera untuk bisa berpose dan ini membuat kameraman sempat kesal. Wati berpenampilan maksimal, begitu pula Ceking dan Mat Gondrong. Walau mereka tidak ditemani ibu mereka, mereka tetap mencoba. Ustad Adi dan Kong Ali sempat dikelabui oleh Mat Gondrong disaat menanyakan keberadaan Bang Rojak. Di babak penyisihan Bang Rojak terbongkar penyamarannya. Sedangkan Ceking yang sempat memukau penonton, merasa bersalah ketika melihat ibunya yang menangis sedih lalu meninggalkan panggung audisi.
[sunting] Episode 57
Wati berminat untuk menjadi bintang iklan setelah berbicara dengan teman khayalannya Ronaldo.Disaat latihan Wati Cs melihat ada beberapa crew sedang melakukan dyuting dilapangan. Beberapa warga tertarik termasuk Wati Cs, bahkan mereka tidak menghiraukan Ustad Adi yang sedang melatih mereka. Wati Cs ingin meminta tanda tangan seorang anak bintang iklan bernama Harri Puter. Niat Wati Cs dan warga terhalang oleh Bang Rojak yang cari perhatian dengan menjaga ketat Herri Puter. Dengan bantuang seorang pengamen banci Wati Cs berhasil menyingkirkan Bang Rojak dan mendekati Herri Puter. Namun Wati Cs kesal dengan sikap yang ditunjukkan Herri Puter, mereka akhirnya tidak simpati dan merobek kertas yang telah ditanda tangani Herri Puter.
Ternyata Herri Puter bukan hanya membuat kesal Wati Cs, namun pihak Crew iklan juga kesal padanya. Assistan Sutradara mencari pemain pengganti untuk Herri Puter dan dia mendatangi Wati Cs. Wati Cs mempertunjukkan kebolehannya dan semua membuat kagum sutradara. Wati Cs kaget karena ternyata hanay salah satu dari mereka yang akan menjadi bintang iklannya. Akhirnya diatara Wati dan yang lainnya menyimpan persaingan dan berusaha untuk bias lebih unggul dari yang lain. Akhirnya diantara mereka timbul kecurangan dan persaingan tidak sehat, hal ini justru menimbulkan masalah pada Wati Cs. Akhirnya mereka jadi saling menyalahkan dan bersikap kaku satu sama lain, namun Ustad Adi mengingatkan sikap mereka yang tidak baik dan saling memaafkan sesame teman.
Ceking dan Mat Gondrong mendapat mimpi buruk setelah membaca sebuah buku cerita. Awalnya rekan-rekan Ceking dan Mat Gondrong menganggap remeh isi buku cerita yang mereka baca. Ketika mereka mengumpulkan daun-daun di hutan untuk tugas mereka, dan tanpa sengaja Rin Bombom menemukan sebuah pohon yang berbuah aneh. Mat Gondrong yang ingin mencoba buah tersebut karena ada suara yang melarangnya. Mereka tidak menyadari kalau ada liliput yang melarang mereka untuk memakan buah tersebut.
Karena panik Wati Cs memutuskan untuk kembali kerumah Wati. Di rumah Wati Mat Gondrong mencoba buah yang didapatnya, merasa penasaran teman-teman Mat Gondrong juga mencoba buah tersebut. Diluar dugaan, akibat memakan buah tersebut tubuh Wati Cs menjadi kecil. Iwan dan Mpok Romlah tidak mengetahui apa yang dialami oleh Wati Cs.
Wati Cs berupaya mengelabui dan menjebak kucing yang mengejar mereka. Setelah berhasil menghindar dari kejaran kucing Wati Cs berupaya untuk dapat menarik perhatian Mpok Romlah dan Iwan, usaha mereka tidak sia-sia karena Mpok Romlah dan Iwan melihat keberadaan mereka. Mpok Romlah sempat kaget dan pingsan melihat kondisi Wati Cs.
Wati Cs meminta bantuan Iwan untuk mau mengantar mereka ke tempat mereka menemukan buah kisut di hutan. Di tempat buah tersebut Wati Cs kembali bertemu liliput dan meminta pertolongannya. Wati Cs disuruh mendayangi dan memakan buah bongsor. Liliput mengingatkan Wati Cs untuk tidak berlebihan mengambil buah tersebut. Namun apa yang diingatkan Liliput dilangga oleh Ceking dan Mat Gondrong. Mereka berdua akhirnya tetap dalam kondisi tubuh kecil, berbeda dengan Wati, Rin Bombom dan Rimbi.
[sunting] Episode 49
Wati, Rimbi, dan Rin Bombom menerima tantangan Ceking, Iwan dan Mat gondrong untuk membuktikan yang terkuat lelaki atau perempuan. Namun baru sekali mereka bertanding tim lelaki khususnya Mat Gondrong telah membuat ulah dengan merusak semua yang dilalui oleh bola tendangannya. Karena takut Ceking, Iwan dan Mat Gondrong kabur dan memasuki sebuah rumah angker.
Mereka sempat ketakutan, namun mereka takut dimarahi warga. Mereka bertiga sangat ketakutan ketika melihat tiga sosok hantu, namun ternyata Wati, Rimbi dan Rin Bombom yang menakut-nakuti mereka. Namun Ceking, Mat Gondrong dan Iwan justru menantang Wati, Rimbi dan Rin Bombom untuk menginap semalam dirumah hantu tersebut, karena mereka ingin membuktikan kalau mereka tidak takut oleh hantu. Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang mengawasi mereka dari sebuah kamar.
[sunting] Episode 50
Ceking dan Mat Gondrong berupaya membantu Bang Rojak untuk mendekati Mpok Romlah. Mereka bersandiwara agar Bang Rojak terlihat sebagai pahlawan dimata Mpok Romlah. Diluar dugaan mereka, Mpok Romlah benar-benar dijambret oleh tiga orang penjahat yang mengaku Tiga Macan Garong. Wati kaget karena Ceking dan Mat Gondrong sama sekali tidak mau membantu ibunya yang dalam kesulitan. Bang Rojak yang tidak menyangka kejadian itu menyangka Ceking dan Mat Gondrong telah beraksi. Bang Rojak yang ingin meringkus para penjahat malah berhasil dilumpuhkan oleh para penjahat.
Wati Cs kewalahan ketika berusaha untuk meringkus para penjahat yang memiliki kemampuan untuk menghadapi serangan mereka. Namun Wati Cs yang hampir menyerah teringat pesan Ustad Adi yang kembali menyemangati mereka. Akhirnya Wati Cs kembali melakukan perlawanan untuk meringkus ketiga penjambret itu.
[sunting] Episode 51
Kehadiran Ustad Adi sangat membantu Wati Cs untuk meringkus para penjambret. Wati mengungkapkan kegembiraannya ke poster Ronaldo karena telah mengalahkan para penjambret. Mat Gondrong dan Ceking mendatangi Bang Rojak untuk membantunya mendekati Mpok Romlah, namun Bang Rojak menolaknya. Tapi ketika melihat adik Mpok Siti yang bernama Zubaedah pemikiran Bang Rojak untuk mencari pasangan timbul kembali. Hal ini dimanfaatkan Ceking dan Mat Gondrong untuk mendapat tips dari Bang Rojak. Ceking dan Mat Gondrong yang gagal menjadi kurir surat bagi Bang Rojak, mengakali dengan membuat surat balasan untuk Bang Rojak. Bang Rojak tidak sadar kalau Ceking dan Mat Gondrong telah mempermainkannya. Dan ketika dia menitipkan beberapa kado dan sepucuk surat pada Ceking dan Mat Gondrong, Wati Cs mencurigai tingkah laku mereka. Setelah mengetahui apa yang dilakukan Ceking dan Mat Gondrong pada Bang Rojak, mereka ingin mengerjai keduanya.
Ceking dan Mat Gondrong kewalahan ketika tahu Bang Rojak ingin bertemu dengan Zubaedah. Ceking dan Mat Gondrong menyamar sebagai Zubaedah, Wati Cs akhirnya menolong Bang Rojak dengan menahan kepergian Ceking dan Mat Gondrong. Ceking dan Mat Gondrong dengan terpaksa memenuhi kemauan Wati Cs dan terakhir mereka takut ketika Wati Cs juga mengundang Ustad Adi. Ceking yang coba mengalihkan untuk dapat menggagalkan rencana Wati Cs.
[sunting] Episode 52
Wati Cs yang sedang membicarakan Rin Bombom yang sedang liburan kaget oleh ulah beberapa orang dewasa yang terlihat mengancam seorang lelaki berpakaian perlente. Mengetahui lelaki perlente itu terancam, Wati Cs mencoba untuk membantunya. Wati Cs dengan kemampuannya mengatasi serangan dari lelaki yang mengejar lelaki perlente dan mengalahkannya.
Di luar dugaan salah satu lelaki kekar berhasil meringkus Iwan dan menyanderanya. Namun berkat kerjasama Iwan dan Wati, penjahat yang menyandera Iwan dapat dilumpuhkan. Lelaki perlente yang ditolong Wati Cs memberikan hadiah berupa voucher menginap gratis di hotel-nya. Wati Cs memberitahukan Mpok Romlah yang kebetulan sedang berkumpul bersama Ustad Adi, Kong Ali, Bang Rojak dan Mpok Siti.
Seorang Bell Boy sempat dipukuli rombongan Wati Cs yang menyangkanya ingin mengambil tas mereka. Ceking dan Mat Gondrong sempat berselisih dengan Lani, anak ibu gendut yang menjadi tamu hotel itu. Ceking dan Mat Gondrong melihat monyet yang usil terhadap Ustad Adi, Bang Rojak dan Kong Ali, namun mereka yang ingin memberitahu justru dimarahi oleh Ustad Adi.
[sunting] Episode 53
Tanpa sepengetahuan semua orang, monyet keluar dari tas lani dan keluar dari lift. Ceking danMat Gondrong yang ditinggal oleh rombongan melihat monyet itu dan mencoba untuk menangkapnya. Monyet beberapa kali menjahili lift hingga rombongan Wati Cs bingung dengan lift yang berhenti tanpa ada orangnya. Kembali Ceking dan Mat Gondrong melihat keberadaan monyet milik Lani dan berusaha menangkapnya. Terjadi keributan pada tamu hotel karena ulah monyet yang memasuki restoran. Ceking dan Mat Gondrong terkurung dalam mesin laundry yang telah ditutup oleh monyet yang mereka kejar. Ceking dan Mat Gondrong yang penasaran kembali mengejar monyet Lani, kali iini ketiganya terkurung dalam ruang pendingin. Ceking dan Mat Gondrong yang awalnya senang dapat menjebak monyet, akhirnya iba melihat monyet yang terlihat lemas kedinginan.
Setelah bebas justru Ceking dan Mat Gondrong disidang karena telah membuat beberapa kerusuhan di hotel oleh rombongan Wati Cs. Tanpa sepengetahuan rombongan Wati Cs Ibu gendut menyuruh anaknya, Lani melepaskan Komeng, monyet mereka untuk mengambil dompet para tamu dan menaruh dompet-dompet kosong di bawah meja rombongan Wati Cs. Rombongan Wati Cs mendapat tuduhan dari para tamu, namun berkat monyet yang menunjukkan siapa biang keladi semua itu akhirnya Rombongan Wati Cs bisa bernafas lega.
[sunting] Episode 55
Bang Rojak yang mencuri listrik untuk TV-nya, membuat beberapa anak-anak kampung terancam jiwanya ketika kabel tersebut lepas. Kehadiran Wati Cs dapat menyelamatkan anak-anak kampung namun Wati Cs terkena setrum, untunglah Ustad Adi datang tepat waktu menyelamatkan Wati Cs. Terjadi keanehan terhadap Wati Cs setelah mereka kesetrum, kekuatan mereka semua tertukar, Ceking memiliki kemampuan Mat Gondrong begitpula sebaliknya. Kekuatan Wati ada pada Rin Bombom sedangkan kekuatan Rin Bombom ada pada Rimbi, sedangkan Wati memiliki kemampuan Rimbi.
Ustad Adi hanya bisa terpaku melihat dan mendengar keluhan Wati Cs tentang kekuatan mereka yang telah tertukar. Dan saat latihan Ustad Adi bingung karena melihat latihan Wati Cs jadi berantakan. Wati Cs mendapat nasehat agar mereka yakin akan keyakinan mereka sendiri tanpa terpengaruh dengan kekuatan yang pernah ada pada mereka.
Saat menghadapi pertandingan Wati Cs kembali gelisah terlebih melihat tim lawan mereka yang kompak. Terjadi kekacauan diawal pertandingan hingga Wati Cs kehilangan beberapa angka. Setelah mendengar nasehat dari Ustad Adi, Wati Cs mulai bersemangat dan mulai kompak dalam pertandingan babak selanjutnya hingga mereka dapat mengimbangi perolehan angka, bahkan mendapat nilai tertinggi. Ketika mereka ingin toss kompak, Bang Rojak dan Kong Ali menyiram Wati Cs dengan seember air hingga mereka mengeluarkan aliran listrik yang membuat mereka kejang-kenjang.
[sunting] Episode 56
Bang Rojak, Ceking dan Mat Gondrong mengadakan nonton bareng acara KDI Show. Bang Rojak ingin mengambil hati Mpok Romlah, namun diluar dugaan Mpok Romlah memanfaatkan kebaikan Bang Rojak. Warga mulai kesal ketika mengetahui TV yang mereka tonton ukurannya kecil, dan warga harus mengeluarkan sejumlah uang lagi untuk menyewa kaca pembesar yang disiapkan Ceking dan Mat Gondrong. Kehadiran Ustad Adi dan Kong Ali membuat warga bubar karena adanya pengumuman audisi KDI cilik di kampung mereka membuat Wati Cs ingin ikut serta. Orang tua Wati Cs mencoba melatih Wati Cs untuk bisa menyanyi. Mat Gondrong meminta bantuan Bang Rojak untuk dapat mengikuti audisi KDI Cilik, begitupula dengan Ceking yang meminta kesediaan Mpok Siti untuk mendampinginya. Beberapa peserta audisi membuat juri bingung karena tingkah laku mereka saat audisi.
Di audisi KDI cilik lanjutan, warga yang malu-malu mencoba mendekati kamera untuk bisa berpose dan ini membuat kameraman sempat kesal. Wati berpenampilan maksimal, begitu pula Ceking dan Mat Gondrong. Walau mereka tidak ditemani ibu mereka, mereka tetap mencoba. Ustad Adi dan Kong Ali sempat dikelabui oleh Mat Gondrong disaat menanyakan keberadaan Bang Rojak. Di babak penyisihan Bang Rojak terbongkar penyamarannya. Sedangkan Ceking yang sempat memukau penonton, merasa bersalah ketika melihat ibunya yang menangis sedih lalu meninggalkan panggung audisi.
[sunting] Episode 57
Wati berminat untuk menjadi bintang iklan setelah berbicara dengan teman khayalannya Ronaldo.Disaat latihan Wati Cs melihat ada beberapa crew sedang melakukan dyuting dilapangan. Beberapa warga tertarik termasuk Wati Cs, bahkan mereka tidak menghiraukan Ustad Adi yang sedang melatih mereka. Wati Cs ingin meminta tanda tangan seorang anak bintang iklan bernama Harri Puter. Niat Wati Cs dan warga terhalang oleh Bang Rojak yang cari perhatian dengan menjaga ketat Herri Puter. Dengan bantuang seorang pengamen banci Wati Cs berhasil menyingkirkan Bang Rojak dan mendekati Herri Puter. Namun Wati Cs kesal dengan sikap yang ditunjukkan Herri Puter, mereka akhirnya tidak simpati dan merobek kertas yang telah ditanda tangani Herri Puter.
Ternyata Herri Puter bukan hanya membuat kesal Wati Cs, namun pihak Crew iklan juga kesal padanya. Assistan Sutradara mencari pemain pengganti untuk Herri Puter dan dia mendatangi Wati Cs. Wati Cs mempertunjukkan kebolehannya dan semua membuat kagum sutradara. Wati Cs kaget karena ternyata hanay salah satu dari mereka yang akan menjadi bintang iklannya. Akhirnya diatara Wati dan yang lainnya menyimpan persaingan dan berusaha untuk bias lebih unggul dari yang lain. Akhirnya diantara mereka timbul kecurangan dan persaingan tidak sehat, hal ini justru menimbulkan masalah pada Wati Cs. Akhirnya mereka jadi saling menyalahkan dan bersikap kaku satu sama lain, namun Ustad Adi mengingatkan sikap mereka yang tidak baik dan saling memaafkan sesame teman.


0 Ulasan:
Catat Ulasan
Langgan Catat Ulasan [Atom]
<< Laman utama