Khamis, 13 Ogos 2009

Episode 72
Otong dan Odong, Pelatih dan assistan pelatih tim lawan Wati Cs khawatir tim mereka akan kalah dengan Wati Cs. Ada niat jahat yang mereka rencanakan berdua untuk mengalahkan Wati Cs dengan mudah. Kepulangan Mpok Romlah sendiri ke rumah dimanfaatkan oleh Otong dan Odong untuk menculiknya. Ternyata penculikan tersebut diluar dugaan Otong dan Odong, mereka mendapat perlawanan dari Mpok Romlah. Namun mereka berhasil mmperdaya Mpok Romlah dan membiusnya.

Wati Cs yang berjalan ke rumah Wati selesai pertandingan masih asyik berdebat, bahkan membuat Ceking pingsan. Ceking yang diisengi oleh Mat Gondrong terbang oleh angin yang di pompakan ke tubuhnya oleh Mat Gondrong, hingga dirinya sadar ada diatap rumah. Otong dan Odong sempat kewalahan menghadapi emosi Mpok Romlah yang baru sadar. Bahkan Mpok Romlah berani menggertak Otong dan Odong yang berniat mengalahkan Wati Cs.

Wati Cs kaget mengetahui Mpok Romlah diculik, mereka berniat untuk mencari Mpok Romlah. Dengan bantuan Mpok Siti, Kong Ali dan Bang Rojak, Wati Cs mencari Mpok Romlah. Tanpa sengaja mereka berapasan dengan gerombolan preman, dan Wati Cs ingin mencari informasi dari ketua preman itu. Wati Cs tidak mendapat informasi apappun dari para preman. Wati sedih belum dapat menemukan ibunya. Wati Cs berdoa untuk keselamatan Mpok Romlah.

Di pertandingan tim Wati Cs belum datang sedangkan Oodong meminta juri untuk menggugurkan tim Wati Cs. Wati Cs yang awalnya lesu menghadapi pertandingan, tiba-tiba berubah dan bersemangat untuk tetap melawan walau mereka belum menemukan Mpok Romlah. Melihat kehadiran tim Wati Cs membuat Odong kaget dan kemali mengancam keselamatan Mpo Romlah jika Tim Wati Cs tidak menuruti keinginan mereka. Di pertandingan Wati Cs jadi bulan-bulanan tim Garong anak didik Odong. Mpok Romlah berhasil meloloskan diri dari penjagaan Otong. Skor telah 50-0 di ertandingan kedua dan tersisa 10 menit, Odong telah yakin timnya akan menang, namun mereka semua dilapangan kaget melihat kehadiran Mpok Romlah yang menyemangati Wati Cs.


[sunting] Episode 73
Di Museum, Wati Cs mengagumi patung Gajah Mada. Mereka memperdebatkannya hingga Mat Gondrong menantang Gajah Mada jika hidup. Karena Wati Cs ingin mencari Mat Gondrong di toilet dan waktu kunjungan telah usai, mereka tidak sadar kalau telah terkunci didalam Museum. Wati Cs yang terkunci didalam menatap patung-patung Museum terlihat menakutkan. Bahkan ketika malam menjelang semua patung yang ada di Museum bergerak semua dan itu membuat Wati Cs bertambah panik.

Wati Cs kewalahan menghadapi patung mansia dan hewan yang bisa bergerak dan berbicara layaknya manusia. Dan patung-patung kembali normal ketika petugas yang sebelumya pergi kini telah kembali. Awalnya petugas ketakutan mengetahui keberadaan Wati Cs dalam Museum. Wati Cs menceritakan apa yang terjadi sepeninggalan Satpam, namun satpam tidak menghiraukan mereka. Bahkan ketika isterinya menelpon kembali, satpam meninggalkan Wati Cs dan Museum yang masih terbuka. Wati Cs takut ketika semua patung kembali hidup sepeninggalan satpam dan menuju kearah luar Museum.


[sunting] Episode 74
Bang Jabrik dan Mpok Minul sedang melakukan percobaan mengenai obat yang akan mereka jual ke adik mereka Cuplis. Bang Rojak dan Mpok Minul bersandiwara agar barang dagangan mereka laku, mereka memasuki kampung Bojong, yang tidak lain adalah kampung Wati Cs. Wati Cs sempat terpancing oleh barang dagangan Mpok Minul, begitupula dengan Bang Rojak dan Kong Ali juga terpancing oleh promosi Cuplis.

Wati Cs dan teman sekolahnya terlebih dulu merasakan dampak dari jajanan yang dijual Mpok Minul, bahkan para guru kewalahan melihat mereka. Baik Bang Rojak, Kong Ali, Mpok Romlah, Mpok Siti dan lainnya akhirnya mendatangi Puskesmas karena efek samping yang mereka alami dari makanan dan obat yang dibeli dari Mpok Minah dan Cuplis. Keadaan di Puskesmas menjadi heboh, Bang Jabrik mengambil kesempatan untuk menjual obat ramuannya di dekat Puskesmas. Akhirnya warga memutuskan membeli obat yang dijual Bang Jabrik.

Merasa berhasil berjualan obat mereka merencanakan sandiwara lainnya. Dan kali kedua Bang Jabrik, Mpok Minul dan Cuplis berhasil memperdaya Wati Cs dan warga, hingga mereka berhasil mengeruk keuntungan dari penyakit yang mereka buat. Tanpa sengaja Wati Cs memergoki keakraban Bang Jabrik, Mpok Minul dan Cuplis, mereka mencurigai bahwa semua yang dilakukan adalah rekayasa. Akhirnya Wati Cs berusaha menyelidiki mereka.


[sunting] Episode 75
Wati Cs yang menghadiri turnamen terlihat kesal dengan mobil yang ditumpangi seorang gadis kecil yang cantik, Lala. Mat Gondrong, Iwan dan Ceking sama-sama tertarik melihat kecantikan Lala. Ternyata Lala adalah manager Tim Borju, lawan main Tim Wati Cs. Lala yang sempat bersikap sombong dihadapan Wati Cs akhirnya tidak berdaya ketika Wati Cs tidak memberi satu angka pun pada Tim Borju. Wati Cs dan warga lain sempat menganggap remeh ucapan Lala yang meminta bantuan ayahnya untuk menggusur kampung Bojong. Wati Cs dan warga panik mendengar kalau kampung mereka telah dikuasai oleh ayah Lala. Namun Lala memberi kesempatan untuk tidak menggusur bagi Wati Cs dan Warga dengan syarat dapat mendatangkan Ronaldinho untuk bertemu dengannya. Wati Cs dan warga sempat putus asa, namun Ceking memberi solusi untuk mencari seseorang yang mirip dengan Ronaldinho.

Di saat sudah putus asa, Wati Cs dan warga kedatangan Ronaldikin yang terlihat mirip dengan penampilan Ronaldinho. Penampilan sudah meyakinkan, namun Wati Cs khawatir tentang kemampuan Ronaldikin dalam bermain bola. Melihat kemampuan Wati Cs, Ronaldikin beralasan untuk tidak memperlihatkan kemampuannya. Ronaldikin yang pura-pura sakit, menikmati hidangan yang dipersiapkan warga untuknya. Wati Cs dan Warga sempat kesal melihat Ronaldikin sama sekali tidak mau menunjukkan kemampuannya bermain bola. Wati Cs dan Warga baru tahu kalau Ronaldikin sama sekali tidak bisa bermain bola. Merasa mengecewakan Wati cs dan Warga, Ronaldikin meninggalkan Wati Cs ketika mereka terlelap.

Ronaldikin yang bertemu dengan kembarannya Ronaldinho dan memberi semangat padanya. Akhirnya Ronaldikin mengurungkan niatnya untuk meninggalkan kampung Bojong dan memenuhi keinginan Wati Cs dan warga untuk bertemu dengan Lala.


[sunting] Episode 76
Wati Cs memasuki sebuah pameran di sebuah Museum, mereka sangat ketakutan melihat pemandu yang terlihat seram bagi mereka, Pak Brojo. Bahkan Rin Bombom sampai sakit perut melihat penampilan Pak Brojo. Akibatnya Wati Cs yang memang mencari Rin Bombom terkunci dalam museum. Rin Bombom yang terkunci dalam toilet berhasil ditemukan oleh Wati Cs. Wati Cs yang terkurung dalam Museum kaget melihat Mummi dalam peti mati dapat bergerak dan mengejar mereka.

Wati Cs berusaha melumpuhkan Mummi dan keluar dari dalam Museum. Tindakan Wati Cs yang memperlihatkan kekuatan mereka diketahui oleh Pak Brojo dan Pak Jajang, Penjaga Museum. Mereka memiliki niat jahat untuk memanfaatkan Wati Cs. Pak Brojo dan Pak Jajang membohongi Wati Cs dengan cerita menyeramkan tentang benda-benda dalam Museum dan memanfaatkan Wati Cs untuk menukar Arca asli dengan Arca palsu.

Wati Cs yang ingin meninggalkan Museum mencurigai keberadaan Mummi, mereka berhasil mengetahui keterikatan Mummi palsu dengan Pak Brojo dan Pak Jajang. Perlawanan Wati Cs sia-sia karena Pak Brojo meminta bantuan 3 orang kekar yang berhasil menangkap Wati Cs. Wati Cs yang tertangkap menyamar sebagai Arca emas.


[sunting] Episode 77
Wati Cs sedang asyik menikmati pentas Reog ponorogo yang digelar dikampung mereka. Pak Heru selaku pimpinan Reog ponorogo terlihat memberikan perintah ke anak buahnya. Ditengah-tengah keramaian acara pentas Reog Ponorogo, terlihat seseorang menjahili topeng singa Barong yang akan digunakan puncak acara. Akibatnya terjadi kekacauan di arena pentas kesenian tersebut. Wati Cs yang melihat kekacauan itu berusaha untuk mengatasinya, akibat kejadian itu penonton merasa khawatir dan meninggalkan pertunjukan itu. Setelah itu Pak Heru baru tahu penyebab kekacauan karena adanya seekor ulat bulu yang mengganggu pemain mereka. Wati Cs mengutarakan niat mereka untuk bisa bermain dalam pertunjukan Reog Ponorogo, namun Pak Heru yang telah putus asa tidak bisa mengabulkan keinginan Wati Cs.

Tanpa diketahui Pak Heru dan Wati Cs, ada salah satu anak buah Pak Heru yang memperhatikan mereka. Wati Cs gembira ketika Pak Heru memberi kesempatan melatih Wati Cs untuk tampil di pertunjukkan terakhir mereka. Ketika akan berlatih Wati Cs diprotes oleh Karta, salah satu anggota pemain Reog. Namun Wati cs dengan keahliannya dapat menunjukkan kalau mereka dapat mengikuti latihan Reog tersebut, hal itu terlihat tidak disukai oleh Karta. Ada seseorang yang terlihat mencurigakan dan mengunci salah satu pemain Reog di sebuah toilet. Sosok misterius mulai menyerang Wati Cs dengan menutupi wajahnya dengan topng. Wati Cs yang merasa lelaki bertopeng itu sudah keterlaluan, ingin membalasnya. Gerakan lelaki yang menggunakan topeng Singa Barong merasa kewalahan menghadapi serangan Wati Cs.

Pak Heru dan Wati Cs kaget mengetahui lelaki yang menggunakan topeng Singa Garong mulai menyerang mereka dengan senjata tersembunyi. Pak Heru menanyakan Karta dan Joko yang ditugaskan memegang topeng Singa Garong, namun mereka semua memiliki alibi. Wati Cs mulai mencurigai adanya keterlibatan orang dalam untuk menjatuhkan sanggar Reog milik Pak Heru. Wati Cs menyelidiki Karta, Wati Cs melihat sesosok misterius memasuki ruang kostum dan membakarnya. Berkat bantuan salah seorang rombongan sanggar, Paijo, Wati berhasil meringkus Karta yang mereka curigai. Disaat pentas, ternyata justru Paijo melakukan aksi diluar perkiraan Wati Cs. Paijo membuat Joko pingsan dan telah menghasut Karta sebagai pelaku kejahatan.


[sunting] Episode 78
Ceking sempat ketakutan ketika dirinya menonton sebuah film di rumah Kong Ali, terlebih ketika Mat Gondrong dan Rin Bombom yang juga ketakutan menutupi wajah mereka dengan topeng yang menambah takut Ceking. Wati Cs, Bang Rojak dan Kong Ali kaget melihat ada bingkisan kado di depan rumah. Karena takut Bang Rojak melempar bungkusan itu ke hutan. Dua orang penjahat Kubil dan Tongki yang mencari hewan di hutan kaget menemukan sebuah telur. Kong Ali yang membaca pesan dari bingkisan itu kaget ternyata kiriman dari temannya yang di Mesir adalah sebuah telur yang jika terkena air akan sangat berbahaya.

Ceking sempat ketakutan ketika dirinya menonton sebuah film di rumah Kong Ali, terlebih ketika Mat Gondrong dan Rin Bombom yang juga ketakutan menutupi wajah mereka dengan topeng yang menambah takut Ceking. Wati Cs, Bang Rojak dan Kong Ali kaget melihat ada bingkisan kado did epan rumah. Karena takut Bang Rojak melempar bungkusan itu ke hutan. Dua orang penjahat Kubil dan Tongki yang mencari hewan di hutan kaget menemukan sebuah telur. Kong Ali yang membaca pesan dari bingkisan itu kaget ternyata kiriman dari temannya yang di Mesir adalah sebuah telur yang jika terkena air akan sangat berbahaya.


[sunting] Episode 79
Wati Cs mendatangi sebuah pasar malam, mereka menikmati permainan bahkan sempat membantu anak-anak untuk bermain komedi putar. Iwan, Mat Gondrong dan Ceking memasuki rumah hantu, namun mereka tidak menghiraukan peringatan yang ada dipintu masuk. Ketika berada didalam rumah hantu mereka bertiga ketakutan terlebih ketika melihat sosok genderuwo. Mat Gondrong dan Ceking berhasil keluar dari rumah hantu, namun mereka baru menyadari kalau Iwan masih tertinggal didalam rumah hantu. Wati dan Rin Bombom yang mengetahui Iwan hilang menjadi panik.

Wati Cs melaporkan kejadian hilangnya Iwan pada petugas Pasar Malam. Bersama petugas mereka mencari Iwan bahkan mereka menanyakan ke penjaga stan rumah hantu. Wati Cs mencurigai adanya kejanggalan di rumah hantu itu. Wati Cs melihat keberadaan Genderuwo mereka berpencar untuk mencari namun mereka gagal untuk menangkapnya. Ceking, Mat Gondrong dan Rin Bombom melihat Genderuwo masuk Stan Rumah Hantu, memberanikan diri masuk dan tidak memperdulikan pantangan yang tertulis di pintu masuk. Mat Gondrong dan Ceking baru mnyadari kalau Rin Bombom kembali hilang setelah mereka bertemu Genderuwo. Wati memaksa Mat Gondrong dan Ceking untuk mau mencari Iwan dan Rin Bombom di rumah hantu.

Wati Cs melihat keberadaan Genderuwo dan mengejarnya. Awal mulanya Wati Cs ketakutan karena semua hantu mengejar merka, namun ketika melihat cermin barulah Wati Cs sadar kalau hantu yang mengejar mereka semua gadungan. Wati Cs akhirnya membuat serangan balasan dan membuat para hantu pingsan. Dan dari Hantu Genderuwo mereka menemukan Iwan dan Rin Bombom yang sedang dijamu makanan yang enak disebuah ruangan. Dari sinilah Wati Cs mengetahui apa yang menjadi masalah di stan Rumah Hantu. Pengelola rumah hantu berkeinginan membuat tempat mereka ramai dengan adanya pantangan yang mereka tempel di depan pintu masuk.


[sunting] Episode 81
Wati Cs sedang memperhatikan pertandingan Tim Raja Kobra dan Tim Musang. Wati Cs khawatir melihat permainan kedua tim yang sama-sama bagus. Mereka ingin tim mereka ada yang melatih sehingga mampu menghadapi lawan mereka. Wati berniat menjadikan Ronaldikin menjadi pelatih mereka, namun mereka ditolak oleh Ronaldikin. Wati Cs mencoba untuk mencari pelatih lain, kendala kembali mereka hadapi karena masalah uang.

Ronaldikin menerima kemarahan dari poster Ronaldinho yang tidak menerima sikap materialistik dari Ronaldikin. Ronaldikin merasa bersalah terhadap Wati Cs. Sobri, Kapten Tim Raja Kobra mencoba mendekati Ceking yang terlihat kesulitan ekonomi. Wati Cs yang sempat cemas karena tidak memiliki uang untuk membayar pelatih menjadi senang dengan kehadiran Ronaldikin yang bersedia melatih mereka tanpa bayaran. Namun Wati Cs tidak memperhatikan sikap lesu dari Ceking yang masih memikirkan kebutuhan adik-adiknya.

Ceking menanyakan pendapat ibunya tentang sogokan Sobri, Ibunya menentang keras hal tersebut. Penolakan Ceking terhadap penawaran Sobri diketahui oleh Wati Cs dan bangga atas sikap yang diambil oleh Ceking. Ronaldikin justru khawatir melihat cara bermain Wati Cs yang bertambah parah. Ronaldikin menghindar ketika Wati Cs menjemputnya untuk ketempat pertandingan. Poster Ronaldinho memarahi sikap Ronaldikin yang tidak bertanggung jawab.

Dipertandingan Tim Wati Cs terlihat bermain kasar dan kurang konsentrasi. Karena permainanyang buruk Wati Cs beberapakali kebobolan. Kehadiran Ronaldikin membuat tim Wati Cs senang dan Tim Ular Kobra sempat kaget melihatnya. Tim Wati Cs kembali bersemangat untuk memenangkan pertandingan di babak kedua. Tim Wati Cs mulai melakukan permainan baru dalam menghadapi Tim Raja Kobra.


[sunting] Episode 82
Wati Cs menjalani latihan yang diberikan oleh Ronadikin, namun mereka merasakan aneh menjalani semua latihan tersebut. Bahkan Wati Cs dibiarkan diserang oleh segerombolan lebah yang diusik oleh Ronaldikin. Dengan kekuatannya Wati Cs berhasil menghalau serangan lebah dan akibatnya lebah-lebah tersebut menyerang Ronaldikin. Wati Cs iri melihat cara latihan Tim Musang yang terlihat professional. Ronaldikin yang tersinggung ingin membuktikan dirinya lebih baik, namun justru membuat dirinya malu di depan Tim Musang dan Wati Cs. Ronaldikin ingin menunjukkan bisa melakukan apa yang pelatih Tim Musang lakukan, namun selalu gagal. Ronaldikin yang diremehkan akhirnya menantang pelatih Tim Musang, namun dia kaget mengetahui pelatih Tim Musang adalah seorang wanita, Tari.

Rojak salah paham ketika dirinya dan Ronaldikin mengkhayal gadis impian masing-masing. Tari mendengarkan nasehat ponakannya Rani untuk memanfaatkan Ronaldikin agar Timnya bisa memenangkan pertandingan. Wati Cs kembali sedih ketika mengetahui Rin Bombom akan meninggalkan kampung Bojong. Wati Cs melihat Ronaldikin kesal karena lebih memikirkan pelatih Tim Musang dibandingkan Rin Bombom. Ceking dan Mat Gondrong memperhatikan perilaku Ronaldikin yang sedang kasmaran dan berusaha membantunya walapun akhirnya gagal. Wati dan Iwan tidak tahu rencana Rani, keponakan Tari yang ikut audisi sebagai kipper tim Wati Cs.

Rin Bombom yang tahu rencana Tari dan Rani memberitahu Ronaldikin, namun Ronaldikin yang kasmaran tidak mengindahkan ucapan Rin Bombom. Dipertandingan terbukti jika Rani membela Tim Musang daripada timnya. Ronaldikin patah hati melihat Tari bersama pacarnya dan mengetahui Rani berkomplot untuk menjatuhkan Tim Wati Cs. Orang tua Rin Bombom yang membatalkan niatnya membuat Tim Wati Cs kembali bersemangat mengalahkan Tim Musang. Tari mendatangi Ronaldikin setelah Tim-nya kalah oleh Wati Cs ditolak oleh Ronaldikin, Namun kenyataannya Ronaldikin merasa kehilangan Tari yang memang disukainya.


[sunting] Episode 83
Belor, pelatih Tim Kurawa dan anak asuhnya menyepelekan dan mengganggu Wati Cs yang sedang asyik merayakan kemenangan mereka. Mat Gondrong sempat marah pada Belor, untunglah Wati berhasil meredamnya. Akhirnya Wati menerima tantangan Tim Kurawa dan bertanding dalam melakukan tendangan pinalti. Diawal tendangan yang dilakukan Tim Kurawa, diwakili oleh Rahwana. Tendangan Rahwana membuat Rin Bombom kaget dan melupakan tendangan bola Rahwana yang masuk ke gawangnya.

Wati berhasil mengimbangi angka dan membuat kiper Tim Kurawa, Gareng tidak siap menghadang tendangan. Semua tendangan Wati Cs dapat mengimbangi tendangan Tim Kurawa, namun tidak dengan tendangan Iwan yang mengakibatkan Wati Cs kalah. Iwan merasa bersalah dan meninggalkan lapangan. Wati Cs meminta bantuan Ronaldikin untuk menghibur Iwan. Ceking dan Mat Gondrong membantu Ronaldikin mencari poster Ronaldinho, namun mereka belum berhasil.

Iwan meminta saran Wati agar dirinya juga memiliki kekuatan seperti yang lain. Iwan yang sempat menyerah dalam melatih dirinya, akhirnya menemukan poster Ronaldinho. Iwan senang ketika Ronaldinho berkeinginan melatihnya bermain bola. Disaat pertandigan dengan Tim Kurawa, Wati Cs cemas menunggu kehadiran Iwan. Wati Cs tidak mengetahui kalau Iwan telah dilatih oleh poster Ronaldinho. Wati Cs kewalahan menghadapi serangan yang dilancarkan Tim Kurawa. Ronaldikin pun tidak sanggup melihat kekalahan yang dialami oleh Wati Cs. Kehadiran Iwan yang membawa poster Ronaldinho memberi semangat bagi Wati Cs dan Ronaldikin. Mereka berhasil mengimbangi permainan dan menyamakan skor. Akhirnya terjadi adu pinalti dalam menentukan pemenangnya.


[sunting] Episode 84
Wati Cs yang berniat membuat kaget Bang Rojak, Kong Ali, dan Ronaldikin justru kaget akibat kaleng yang tiba-tiba dilempar seseorang. Kaleng tersebut berisi ancaman dari Maling Kondang yang ingin mengambil Piala Turnamen Sepakbola. Wati Cs mempersiapkan jebakan di rumah ketua Panitia, mereka merasa sanggup menangkap Maling Kondang dengan cara mereka. Bang Rojak, Kong Ali, dan Ronaldikin yang sedang mengawasi terlebih dahulu terkena perbuatan jahil Maling Kondang. Karena emosi mereka bertiga terpancing oleh Maling Kondang dan anak buahnya hingga masuk ke rumah Ketua Panitia yang sudah ada beberapa jebakan yang dibuat oleh Wati Cs.

Dengan mengelabui Bang Rojak, Kong Ali dan Ronaldikin, Maling Kondang berhasil memasuki rumah Ketua Panitia dengan lancar. Wati Cs kaget mengetahui bukan Maling Kondang yang masuk perangkap mereka. Namun Maling Kondang dan anak buahnya tidak menyangka kalau ternyata ada Maling lainnya, Tomtom, yang telah mendahului mereka untuk mengambil Piala Turnamen tersebut. Wati Cs berhasil mengejar Maling Kondang namun mereka terkejut karena piala tidak ada ditangannya. Sedangkan Bang Rojak, Kong Ali, dan Ronaldikin berhasil memergoki pencuri lainnya, Tomtom. Namun mereka tidak menyadari kehadiran Maling Kondang yang berhasil kabur dari Wati Cs dan membuat mereka semua pingsan.

Maling Kondang merencanakan sesuatu dengan Tomtom untuk mengerjai Wati Cs. Wati Cs terpancing oleh anak buah Maling Kondang untuk datang ke rumah kosong. Wati Cs bertubi-tubi menghadapi jebakan Maling Kondang. Wati Cs yang berhasil melalui jebakan Maling Kondang Cs kaget karena sang Maling memiliki sandera. Dan Ronaldikinlah yang dijadikan sandera oleh Maling Kondang. Ronaldikin berhasil menghambat Maling Kondang Cs dengan berpura-pura sakit perut.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Ronaldowati"

0 Ulasan:

Catat Ulasan

Langgan Catat Ulasan [Atom]

<< Laman utama