Jepang
Kaisar Sushun, (592), Kaisar Jepang
Sogas, (645), keluarga politik Jepang
Mimura Iechika, daimyo, pemimpin feodal Jepang
Matsudaira Hirotada, (1549), pemimpin feodal Jepang
Ouchi Yoshitaka, (1551), daimyo, pemimpin feodal Jepang
Oda Nobuyuki, (1557), samurai Jepang, adik Oda Nobunaga
Ashikaga Yoshiteru, (1565), Shogun, pemimpin feodal Jepang
Yamanaka Shikanosuke, (1578), samurai Jepang
Oda Nobunaga, (1582), panglima perang samurai
Shakushain, (1669), ketua Ainu
Shimazu Nariaki, (1858), daimyo Jepang di Provinsi Satsuma, kini Prefektur Kagoshima
Hashimoto Sanai, (1859), aktivis politik Jepang
Ii Naosuke, (1860), politikus Jepang
Tokugawa Nariaki, (1860), daimyo Jepang, sanak Shogun Tokugawa.
Serizawa Kamo, (1863), ketua Shinsen-gumi
Charles Lenox Richardson, (1862), diplomat Inggris, oleh samurai Shimazu Hisamitsu di Namamugi.Dikenal sebagai Insiden Namamugi.
Yoshida Toyo, (1863), aktivis politik Jepang
Ikeuchi Daigaku, (1864), politikus Jepang
Kusaka Gennai, (1864), politikus Jepang
Sakuma Shozan, (1864), politikus Jepang
Sakamoto Ryoma, (1867), politikus Jepang
Yokoi Shonai, (1869), aktivis politik Jepang
Sirosawa Saneomi, (1871), aktivis politik Jepang
Okubo Toshimichi, (1878), perdana menteri Jepang
Hara Takashi, (1921), PM Jepang
Hamaguchi Osachi. (1931), perdana menteri Jepang
Takuma Dan, (1932), pemimpin zaibatsu Jepang
Inukai Tsuyoshi, (1932), PM Jepang
Takahashi Korekiyo, (1936), perdana menteri Jepang
Isoroku Yamamoto, (1943), Laksamana Jepang
Inejiro Asanuma, (1960), pemimpin Partai Sosialis Jepang
Hitoshi Igarashi, (1991), pengarang Jepang yang menerjemahkan ‘’The Satanic Verses’’
Hideo Murai, (1995), salah satu anggota Aum Shinrikyo
Koki Ishii, (2002), politikus Jepang
[sunting] Kamboja
Ieu Koeus, (1950), Perdana Menteri Kamboja pada 1949. Memerintah dalam masa yang singkat.
[sunting] Korea
Park Chung Hee, (1979), Presiden Korea Selatan.
Kim Ok Gyun, (1894), tokoh reformasi pada akhir Dinasti Joseon
Permaisuri Myeongseong, (1895), permaisuri Raja Gojong dari Joseon
Gung Ye, (918), pemimpin pemberontak pada Zaman Tiga Negara Akhir
[sunting] Lebanon
Raymond II dari Tripoli, (1152), Pangeran Tripoli
Kamal Jumblatt, (1977), pemimpin Druze Lebanon
Bachir Gemayel, (1982), presiden terpilih Lebanon
Rashid Karami, (1987), Perdana Menteri Lebanon.
René Moawad, (1989), Presiden Lebanon
Elie Hobeika, (2002), pemimpin militan Lebanon
Rafik Hariri, (2005), Perdana Menteri Lebanon.
[sunting] Myanmar
Aung San, (1947), pemimpin nasionalis Burma.
Lee Bum Suk, (1983), Menteri luar negeri KorSel, terbunuh bersama dengan beberapa anggota kabinet KorSel lainnya oleh agen KorUt selama mengunjungi Burma
[sunting] Nepal
Birendra, (2001), Raja Nepal (bersama dengan Ratu Aiswary dan 9 anggota kerajaan lainnya)
[sunting] Pakistan
Liaquat Ali Khan, (1951), Perdana Menteri Pakistan.
Zia Ul Haq, (1988), Perdana Menteri Pakistan.
Abdullah Yusuf Azzam, (1989), tokoh militan Islam, dekat Peshawar
Fazle Haq, (1991), gubernur Provinsi Perbatasan Barat Laut, Pakistan, antara 1978 sampai 1985.
Iqbal Masih, (1995), aktivis anti-pekerja anak yang berumur 13 tahun, di Rakh Baoli
Siddiq Khan Kanju, (2001), Menteri luar negeri Pakistan 1991 - 1993.
Benazir Bhutto, (2007), Perdana Menteri Pakistan
[sunting] Sri Lanka
Solomon West Ridgeway Dias Bandaranaike, (1959), perdana menteri sosialis Sri Lanka yang dibunuh oleh biarawan Buddha Talduwe Somarama
Ranasinghe Premadasa, (1993), Presiden Sri Lanka
Kousalyan, (2005), politikus Macan Tamil, oleh anggota Pasukan Nasional Tamil yang lolos. Chandra Nehru, anggota parlemen, juga terbunuh.
[sunting] Suriah
Antiokus II Theos, (246 SM), raja dinasti Seleukus
Seleukus III Ceraunus, (223 SM), raja dinasti Seleukus
Seleukus IV Philopator, (176 SM), raja dinasti Seleukus
Alexander Balas, (146 SM), raja dinasti Seleukus
Antiokus VI Dionysus, (138 SM), putra mahkota Seleukus
Numerian, (285), Kaisar Romawi, oleh ayah mertuanya Arrius Aper, di Emesa (kini Homs)
Zengi, (1146), penguasa Aleppo dan Mosul dan pendiri Dinasti Zengi.
Kaisar Sushun, (592), Kaisar Jepang
Sogas, (645), keluarga politik Jepang
Mimura Iechika, daimyo, pemimpin feodal Jepang
Matsudaira Hirotada, (1549), pemimpin feodal Jepang
Ouchi Yoshitaka, (1551), daimyo, pemimpin feodal Jepang
Oda Nobuyuki, (1557), samurai Jepang, adik Oda Nobunaga
Ashikaga Yoshiteru, (1565), Shogun, pemimpin feodal Jepang
Yamanaka Shikanosuke, (1578), samurai Jepang
Oda Nobunaga, (1582), panglima perang samurai
Shakushain, (1669), ketua Ainu
Shimazu Nariaki, (1858), daimyo Jepang di Provinsi Satsuma, kini Prefektur Kagoshima
Hashimoto Sanai, (1859), aktivis politik Jepang
Ii Naosuke, (1860), politikus Jepang
Tokugawa Nariaki, (1860), daimyo Jepang, sanak Shogun Tokugawa.
Serizawa Kamo, (1863), ketua Shinsen-gumi
Charles Lenox Richardson, (1862), diplomat Inggris, oleh samurai Shimazu Hisamitsu di Namamugi.Dikenal sebagai Insiden Namamugi.
Yoshida Toyo, (1863), aktivis politik Jepang
Ikeuchi Daigaku, (1864), politikus Jepang
Kusaka Gennai, (1864), politikus Jepang
Sakuma Shozan, (1864), politikus Jepang
Sakamoto Ryoma, (1867), politikus Jepang
Yokoi Shonai, (1869), aktivis politik Jepang
Sirosawa Saneomi, (1871), aktivis politik Jepang
Okubo Toshimichi, (1878), perdana menteri Jepang
Hara Takashi, (1921), PM Jepang
Hamaguchi Osachi. (1931), perdana menteri Jepang
Takuma Dan, (1932), pemimpin zaibatsu Jepang
Inukai Tsuyoshi, (1932), PM Jepang
Takahashi Korekiyo, (1936), perdana menteri Jepang
Isoroku Yamamoto, (1943), Laksamana Jepang
Inejiro Asanuma, (1960), pemimpin Partai Sosialis Jepang
Hitoshi Igarashi, (1991), pengarang Jepang yang menerjemahkan ‘’The Satanic Verses’’
Hideo Murai, (1995), salah satu anggota Aum Shinrikyo
Koki Ishii, (2002), politikus Jepang
[sunting] Kamboja
Ieu Koeus, (1950), Perdana Menteri Kamboja pada 1949. Memerintah dalam masa yang singkat.
[sunting] Korea
Park Chung Hee, (1979), Presiden Korea Selatan.
Kim Ok Gyun, (1894), tokoh reformasi pada akhir Dinasti Joseon
Permaisuri Myeongseong, (1895), permaisuri Raja Gojong dari Joseon
Gung Ye, (918), pemimpin pemberontak pada Zaman Tiga Negara Akhir
[sunting] Lebanon
Raymond II dari Tripoli, (1152), Pangeran Tripoli
Kamal Jumblatt, (1977), pemimpin Druze Lebanon
Bachir Gemayel, (1982), presiden terpilih Lebanon
Rashid Karami, (1987), Perdana Menteri Lebanon.
René Moawad, (1989), Presiden Lebanon
Elie Hobeika, (2002), pemimpin militan Lebanon
Rafik Hariri, (2005), Perdana Menteri Lebanon.
[sunting] Myanmar
Aung San, (1947), pemimpin nasionalis Burma.
Lee Bum Suk, (1983), Menteri luar negeri KorSel, terbunuh bersama dengan beberapa anggota kabinet KorSel lainnya oleh agen KorUt selama mengunjungi Burma
[sunting] Nepal
Birendra, (2001), Raja Nepal (bersama dengan Ratu Aiswary dan 9 anggota kerajaan lainnya)
[sunting] Pakistan
Liaquat Ali Khan, (1951), Perdana Menteri Pakistan.
Zia Ul Haq, (1988), Perdana Menteri Pakistan.
Abdullah Yusuf Azzam, (1989), tokoh militan Islam, dekat Peshawar
Fazle Haq, (1991), gubernur Provinsi Perbatasan Barat Laut, Pakistan, antara 1978 sampai 1985.
Iqbal Masih, (1995), aktivis anti-pekerja anak yang berumur 13 tahun, di Rakh Baoli
Siddiq Khan Kanju, (2001), Menteri luar negeri Pakistan 1991 - 1993.
Benazir Bhutto, (2007), Perdana Menteri Pakistan
[sunting] Sri Lanka
Solomon West Ridgeway Dias Bandaranaike, (1959), perdana menteri sosialis Sri Lanka yang dibunuh oleh biarawan Buddha Talduwe Somarama
Ranasinghe Premadasa, (1993), Presiden Sri Lanka
Kousalyan, (2005), politikus Macan Tamil, oleh anggota Pasukan Nasional Tamil yang lolos. Chandra Nehru, anggota parlemen, juga terbunuh.
[sunting] Suriah
Antiokus II Theos, (246 SM), raja dinasti Seleukus
Seleukus III Ceraunus, (223 SM), raja dinasti Seleukus
Seleukus IV Philopator, (176 SM), raja dinasti Seleukus
Alexander Balas, (146 SM), raja dinasti Seleukus
Antiokus VI Dionysus, (138 SM), putra mahkota Seleukus
Numerian, (285), Kaisar Romawi, oleh ayah mertuanya Arrius Aper, di Emesa (kini Homs)
Zengi, (1146), penguasa Aleppo dan Mosul dan pendiri Dinasti Zengi.

0 Ulasan:
Catat Ulasan
Langgan Catat Ulasan [Atom]
<< Laman utama