Khamis, 13 Ogos 2009

[sunting] Episode 59
Akibat kesalahpahaman antara Bang Rojak dan Kong Ali, akhirnya mereka kehilangan ternak mereka yang dibawa oleh beberapa berandal. para berandal yang melarikan diri mendapat halangan dari seorang Badut. Badut tersebut berhasil melumpuhkan serangan para berandal dengan alat-alat yang dimilikinya. Bahkan Wati Cs dan para warga hany menyaksikan aksi badut menghadapi para berandal. Ternyata Mpok Siti mengenali si Badut tersebut dan juga teman sekolahnya, Mat Badut, namanya. Wati Cs tertarik dengan ilmu sulap yang dimiliki Badut dan ingin belajar tentang sulap. Bang Rojak pingsan ketika dia ingin coba mengetahui isi sebuah tas yang dimiliki Badut. Wati sempat memberitahu teman imajinasinya, Ronaldo, tentang keberadaan Badut diwilayah mereka.

Badut sedang mempertontonkan kebolehannya bermain sulap di kampung Bojong. Wati Cs sempat takjub melihat kebolehan sulap yang dimainkan Badut. Bahkan ketika dapat melepaskan pakaian Bang Rojak dengan waktu yang singkat. Dan ketika Badut memperlihatkan kebolehannya menggandakan kalung emas milik Mpok Siti membuat semua warga takjub dan berfikir ingin menggandakan perhiasan mereka pada Badut tersebut. Wati Cs sempat terpengaruh dengan kehebatan sulap dari badut tersebut, namun Ustad Adi mengingatkan tentang pentingnya berusaha dengan kemampuan mereka sendiri, bahkan Ustad Adi sempat menegur keras Ceking dan Mat Gondrong yang sempat protes padanya. Wati Cs kaget melihat beberapa warga berkumpul dirumah Mpok Siti dengan membawa beberapa barang berharga mereka. Wati yang mengetahui hal itu menjadi tergiur dan ingin melakukan hal yang sam dengan warga lainnya. Bahkan Wati tidak mendengar mendengar nasehat teman khayalannya Ronaldo.

Warga dan Wati Cs kaget mengetahui badut teman Mpok Siti telah kabur dan membawa barang-barang milik mereka. Namun teman khayalan, Ronaldo, mengetahui tujuan Badut tersebut pergi. Wati cs berusaha mencari keberadaan Badut atas informasi Ronaldo. Wati Cs sempat kewalahan menghadapi Badut yang memiliki kemampuannya dengan bantuan sulap.


[sunting] Episode 60
Ceking dan Mat Gondrong berbuat ulah dengan tanpa sengaja melemparkan petasan ke ondel-ondel yang sedang arak-arakan. Ustad adi memperingatkan kenakalan Mat Gondrong dan Ceking agar tidak terulang. Namun Mat Gondrong tidak kapok juga, hingga dia tersangkut pada terompet yang ingin dicobanya, begitupula dengan Ceking yang menarik terompet dari tubuh Mat Gondrong hingga masuk ke kepala Bang Rojak.

Tanpa sengaja Mat Gondrong mengetahui rahasia Bang Rojak yang belum di sunat. Mat Gondrong berhasil memanfaatkan Bang Rojak yang takut rahasianya terbongkar. Wati Cs aneh melihat Bang Rojak yang terlihat menuruti apa yang diinginkan Mat Gondrong. Ceking penasaran dengan kata kunci yang diucapkan Mat Gondrong tiap meminta sesuatu pada Bang Rojak selalu terkabul. Ceking beberapa kali mencoba namun selalu gagal bahkan Bang Rojak selalu marah tiap kali Ceking mengatakan kata kunci yang disebutkan Mat Gondrong.

Ketika Bang Rojak menuduh dirinya mencelakai Ustad Adi, Ceking dan Wati Cs curiga ada sesuatu antara Mat Gondrong dan Bang Rojak. Setelah Wati Cs mengetahui semua rahasia antara Mat Gondrong dan Bang Rojak, mereka membuat sebuah pesta kejutan. Pesta kejutan tersebut membuat Bang Rojak akhirnya mengakui dirinya belum disunat. Acara sunat dipersiapkan khusus untuk Bang Rojak, Warga sempat tertawa geli melihat tingkah Bang Rojak yang kekanak-kanakkan. Karena ulah iseng Ceking dan Mat Gondrong membuat Bengkong (Tukang Sunat) pingsan terkena suntikan bius. Ceking dan Mat Gondrong memutuskan menjadi Bengkong agar tidak dimarahi Ustad Adi. Ketika selesai menyunat Bang Rojak Bengkong sadar dari pingsannya, hal ini membuat Bang Rojak dan Bengkok kesal pada Ceking dan Mat Gondrong. Ceking dan Mat Gondrong lari menghindar dari mereka.


[sunting] Episode 61
Wati Cs yang sedang asyik menikmati pertandingan sepakbola di pos siskamling tiba-tiba diusir oleh Bang Rojak. Akhirnya Wati Cs memanfaatkan Mat Ji’ih, orang gila yang ada di jalan. Wati Cs berhasil menjebak Bang Rojak yang akhirnya pergi meninggalkan pos kamling. Namun Wati Cs kaget lalu kabur ketika Bang Rojak tahu dirinya dikerjai oleh Wati Cs. Namun masalah terjadi pada Wati Cs yang kakinya terkena paku saat menghindar dari kejaran Bang Rojak. Kong Ali menyarankan Wati Cs untuk mau di suntik tetanus untuk menghindari infeksi jika terluka.

Ketika di Rumah Sakit Wati Cs mulai disuntik kecuali Ceking dan Mat Gondrong yang ketakutan untuk disuntik. Kepergian mereka dicegah oleh Bang Rojak, Kong Ali dan Wati Cs yang tahu akal bulus mereka, namun dengan alasan ingin buang air besar mereka berhasil mengalihkan Bang Rojak lalu pergi meninggalkan Rumah Sakit. Bahkan ceking dan Mat Gondrong membuat Bang Rojak berurusan dengan petugas kamar mayat.

Rombongan Wati Cs khawatir menunggu Bang Rojak, Ceking dan Mat Gondrong yang tidak kunjung datang. Ceking dan Mat gondrong yang menyamar sebagai pasien justru mendapat masalah baru, terlebih ketika Mat Ji’ih yang kurang waras menyamar sebagai dokter. Ceking dan Mat Gondrong berusaha menghindar dari Mat Ji’ih, mereka berpapasan dengan Bang Rojak. Bang Rojak mengetahui Ceking dan Mat Gondrong dikejar Mat Ji’ih menjadi lari ketakutan.


[sunting] Episode 62
Wati Cs yang hampir telat ke perkemahan ingin menggunakan gerobak, namun mereka telah didahului oleh lima orang anak sebaya mereka yang sama-sam telat. Ceking dan Mat Gondrong yang mengetahui itu menegur mereka, namun mereka, Toing Cs, tetap berkeras terlebih dahulu menguasai gerobak tersebut. Ceking etrgoda oleh Juleha, namun sikap kasar Juleha membuat Ceking kapok. Mat Gondrong yang mengancam rombongan Toing Cs justru mendapat tantangan balik dari Mat Bekok.

Mat Gondrong dan Ceking baru menyadari kalau Toing Cs juga memiliki kekuatan istimewa seperti mereka. Bahkan Toing Cs memperkenalkan anggota mereka, Toing si kaki Besi, Cungkring si Welut Putih, Mat Bekok si Bocah Batu, Juleha si Keturunan Samson, Menik Si Pewaris Jurus Panca Sona. Wati Cs sempat mengakali Ustad Adi hingga mereka tidakketahuan kalau telat.

Ustad Adi memperkenalkan lima orang anak baru yang ditemui oleh Ceking dan Mat Gondrong. Persaingan ketat terjadi antara Toing Cs dengan Wati Cs, dan beberapa kali Toing Cs memenangkan perlombaan yang diadakan. Untunglah ada satu perlombaan penentuan yang dapat diharapkan Wati Cs.


[sunting] Episode 64
Ustad Adi mengajak warga untuk bekerja bakti, Kong Ali agak jengkel mendengar ucapan Bang Rojak yang berlebihan. Terlihat keberadaan Toing Cs di antara warga yang ingin bekerja bakti. Wati Cs telah mempersiapkan alat-alat untuk kerja bakti, namun Toing Cs hanya ingin menikmati makanan yang disiapkan untuk orang-orang yang bekerja. Wati meredam emosi teman-temannya yang kesal melihat ulah Toing Cs.

Toing Cs sempat emosi mendengar penuturan Mpok Siti yang membela dan mengagumi Wati Cs. Toing Cs membuat rencana untuk mempermalukan Wati Cs. Beberapa kali pekerjaan yang dilakukan oleh Wati Cs sia-sia bahkan membuat beberapa orang kesal termasuk Ustad Adi, berbeda dengan Toing Cs yang berhasil mengambil hati Ustad Adi dengan berpura-pura rajin. Wati dan Rin Bombom yang membantu Mpok Siti berhasil difitnah oleh cungkring dengan cara sembunyi-sembunyi memakan kue suguhan yang akan di bagikan oleh Mpok Siti.


[sunting] Episode 65
Wati Cs yang terburu-buru untuk bertanding diperhatikan oleh Toing Cs. Toing Cs ingin menggagalkan pertandingan Wati Cs dengan mencoba menghambat Wati Cs agar telat bertanding. Mereka memanfaatkan kelemahan Wati Cs dengan mengganggu seorang anak kecil. Taktik Toing Cs berhasil menarik perhatian Wati Cs, dan mereka memberikan beberapa syarat yang harus dijalani oleh Wati Cs. Wati Cs menerima tantangan Toing Cs untuk bisa merebut kembali mainan milik anak kecil tersebut. Di permainan kelompok Wati Cs terpancing emosinya oleh Toing Cs, sehingga mereka hamper mengalami kegagalan. Ustad Adi yang tidak mengetahui apa yang sedang dialami oleh Wati Cs hanya bisa gelisah menunggu. Dipermainan tinggal Wati dan Rin Bombom yang belum tertawan. Wati dan Rin Bombom berusaha untuk membuat strategi untuk memenangkan pertandingan. Upaya mereka berhasil dan diluar dugaan Toing Cs.

Wati Cs yang ingin mengejar waktu tidak menemukan satupun gerobak. Dan ternyata semua gerobak sudah di amankan oleh Juleha disuatu tempat. Toing Cs mencoba menjebak Wati Cs disebuah rumah kosong, Menik berhasil memancing Wati Cs untuk masuk ke dalam rumah tersebut dan menguncinya dari luar. Kong Ali dan Bang Rojak yang ingin menyemangati Wati Cs baru sadar kalau Wati Cs belum ada dan mereka mengkhawatirkan mereka. Rekan-rakan Wati sempat menyesal akibat mereka perduli pada orang justru mereka gagal mengikuti pertandingan. Menik yang mendengar pembicaraan Wati Cs menjadi merasa bersalah.


[sunting] Episode 66
Wati Cs yang asyik bermain-main bola diperhatikan oleh Toing Cs. Toing Cs berencana mengajak Wati Cs untuk bertanding bola sambil membawa kelereng di mulut mereka. Ceking yang merasa tertantang dengan ucapan Juleha akhirnya memutuskan untuk menerima tantangan Toing Cs. Wati Cs tidak menyadari kecurangan Toing Cs dalam pertandingan. Bahkan Rin Bombom sempat terkecoh disaat dirinya ingin menangkap bola, justru kelereng di mulutnya terjatuh sehingga mereka kehilangan angka. Wati Cs sempat kesal dengan permintaan Toing Cs yang meminta mereka menjadi pelayan-pelayan Toing Cs. Walau sempat marah, Wati Cs akhirnya mau menjalani hukuman yang diberikan oleh Toing Cs. Perlakuan Toing Cs terhadap Wati Cs semena-mena. Sempat Rin Bombom kesal dan membuat Toing Cs kewalahan terkena angin dari kipas yang digunakan Rin Bombom.


[sunting] Episode 69
Rombongan Wati Cs pergi ke Kebun Binatang. Mereka semua menikmati liburan disana. Bahkan Ceking dan Mat Gondrong sempat membuat rombongan Wati Cs khawatir dengan keisengan mereka setibanya ditempat tersebut. Bahkan Ceking sempat dibuat nyangkut di pohon oleh Rin Bombom dan Mat Gondrong. Rombongan Wati Cs berniat mengikuti perlombaan yang diadakan oleh pengelola Kebun Binatang. Wati Cs mendapat saingan dari keluarga Batak, Pak Guguk dan keluarganya. Keluarga Pak Guguk menganggap remeh Wati Cs. Ketika akan berfoto bersama mereka terkena semburan air dari gajah karena membuat keributan. Sedangkan Pak Guguk juga mengambil foto secara professional tidak seperti Wati Cs. Mat Gondrong dan Ceking yang melihat gaya Pak Guguk dalam mengambil foto membuat Ceking dan Mat Gondrong tidak mau kalah dalam memfoto.

Karena kurang hati-hati, Ceking dan Mat Gondrong hampir tergigit buaya jika saja Wati tidak menolongnya. Begitupula Bang Rojak dan Kong Ali, bahkan Bang Ali sempat menantang buaya yang dipikir telah menelan Kong Ali. Mereka senang dapat selamat, dan mereka penasaran mendengar pengumuman perlombaan memotret satwa. Tanpa disengaja Bang Rojak memenangkan perlombaan, Bu Dower tidak menerima dan merencanakan sesuatu untuk Wati Cs. Keluarga Pak Guguk yang kesal karena kalah, membuat ulah dengan melepas beberapa harimau dari kandangnya hingga membuat pengunjung Kebun Binatang menjadi panik.

0 Ulasan:

Catat Ulasan

Langgan Catat Ulasan [Atom]

<< Laman utama